Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pemanfaatan dan integrasi data guna mendukung perluasan akses pendidikan tinggi yang lebih tepat sasaran.
Dalam keterangan di Jakarta, Rabu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa data yang akurat dan terintegrasi menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak.
"Peningkatan akses pendidikan tinggi memerlukan dukungan data yang kuat. Melalui kolaborasi dengan BPS, kami ingin memastikan setiap kebijakan yang disusun benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan," katanya.
Menteri Brian menilai lewat kolaborasi yang semakin kuat dengan BPS, berbagai program bantuan pendidikan diharapkan dapat menjangkau kelompok sasaran secara lebih tepat dan efektif.
Ia menyebut sinkronisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) penting untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi di Indonesia.
"Penguatan data diharapkan dapat mendukung proses verifikasi, dan validasi yang lebih akurat dalam berbagai program pembiayaan pendidikan," ujar Menteri Brian.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan komitmen untuk terus mendukung kebutuhan data sektoral pendidikan melalui penyediaan data statistik yang berkualitas, mutakhir, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan publik.
Melalui kolaborasi ini, penguatan tata kelola berbasis data dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi diharapkan dapat mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.