Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyatakan siap memfasilitasi proses rekrutmen pekerja migran Indonesia (PMI) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor kesehatan di Provinsi New Brunswick, Kanada.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri P2MI Christina Aryani usai menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab di kantor kementerian, Senin.
"Terdapat kebutuhan tenaga kesehatan di New Brunswick. Proses rekrutmen direncanakan dimulai pada November 2026, dengan target penempatan pada triwulan II tahun 2027 dan kami siap membantu memfasilitasi proses tersebut," kata Christina dalam siaran pers Kementerian P2MI di Jakarta, Senin.
Menurutnya, peluang kerja sama sektor kesehatan ini memiliki nilai strategis karena bisa menjadi model pengembangan kerja sama penempatan PMI dengan provinsi lainnya di Kanada.
"Bapak Dubes menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan New Brunswick dapat menjadi prototipe atau benchmark yang nantinya bisa direplikasi dan ditawarkan kepada provinsi-provinsi lain di Kanada. Kami tentu mendukung upaya tersebut," katanya.
Wamen menjelaskan pasar tenaga kesehatan di Kanada selama ini masih didominasi tenaga kerja asal Filipina yang memiliki jaringan penempatan yang kuat.
"Karena itu Indonesia perlu memanfaatkan peluang yang ada dengan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan memenuhi standar yang disyaratkan," katanya.
Selain sektor kesehatan, kementerian juga mendorong KBRI Ottawa untuk membantu mengidentifikasi peluang penempatan di sektor lain di Kanada yang membutuhkan PMI.
"Kita perlu membuka pilot project agar Indonesia dapat semakin dikenal dan mampu menembus pasar kerja Kanada," katanya.
Ia mengatakan kementerian akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh perwakilan RI di luar negeri untuk membuka pasar-pasar kerja baru yang berkualitas.
"Harapannya, semakin banyak PMI dapat mengakses pekerjaan yang aman, legal, dan memberikan nilai tambah bagi peningkatan kompetensi maupun kesejahteraan mereka," katanya.