Jakarta (ANTARA) - Petenis Italia Jannik Sinner mengatasi awal yang kurang baik dan lawan yang tangguh untuk memulai upaya mempertahankan gelar Wimbledon-nya dengan kemenangan yang diraih dengan susah payah pada Senin.


Bermain pada pertandingan pertamanya sejak kekalahan mengejutkan di babak kedua Roland Garros, Sinner kembali dengan mengalahkan Miomir Kecmanovic 4-6, 6-3, 6-7(6), 6-2, 6-3 di All England Club, London.


"Merupakan kehormatan besar untuk memulai turnamen ini. Awalnya saya sedikit tegang. Saya tidak bermain dengan performa terbaik, tetapi saya berusaha untuk menyesuaikan diri," kata Sinner setelah pertandingan usai seperti dikutip dari ATP.


"Ini adalah pertandingan resmi pertama saya di lapangan rumput. Saya senang bisa membalikkan keadaan."


Meskipun melakukan 52 kesalahan sendiri dan sempat menimbulkan harapan akan kejutan di Centre Court, Sinner berjuang keras untuk mengalahkan Kecmanovic setelah tiga jam 30 menit.






Kecmanovic menampilkan permainan yang luar biasa di set ketiga yang menampilkan salah satu poin terbaik di turnamen.


Tertinggal 5/6 di tie-break, petenis Serbia itu memaksa Sinner bergerak dari sudut ke sudut sebelum maju ke net, membuat petenis No.1 dunia itu terjatuh ke lapangan dan membuat penonton di Centre Court bersorak.



Momen itu adalah kali kedua Sinner terjatuh di lapangan rumput dalam set tersebut. Pada kedudukan 2-2, petenis berusia 24 tahun itu terpeleset, mendarat dengan posisi yang tidak tepat dengan lutut menekuk ke dalam.


Jatuhnya itu membuat penonton yang memadati tribun terkejut, tetapi Sinner tidak meminta waktu istirahat medis dan segera melanjutkan permainan.






Setelah mengurangi kesalahan sendiri untuk memaksa set penentu, Sinner mengambil alih kendali pertandingan dan melaju menuju kemenangan untuk mengakhiri pertandingan dengan meyakinkan.


Setelah melewati ujian berat pada babak pertama, dengan David Beckham termasuk di antara penonton dari Royal Box, Sinner memastikan pertemuan di babak kedua dengan petenis Portugal Nuno Borges.


Sinner kini telah memenangi 94 pertandingan di turnamen utama, menyamai rekor sepanjang masa Nicola Pietrangeli untuk jumlah kemenangan terbanyak di antara petenis Italia.


Sinner berusaha menghindari menjadi juara bertahan putra ketiga yang kalah di babak pertama Wimbledon, tetapi ia bangkit dengan penampilan yang profesional yang mengingatkan pada pertandingan pembuka Carlos Alcaraz tahun lalu.


Petenis Spanyol itu mengalahkan Fabio Fognini dalam pertandingan lima set yang menegangkan untuk memulai pertahanan gelarnya sebelum melaju ke final, di mana ia dihentikan oleh Sinner.