Kami pihak kepolisian akan menindaklanjuti laporan tersebut segera dan memberikan respons.

Jakarta (ANTARA) - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan menjelaskan video viral unggahan akun Threads @junist.hairdressing yang menunjukkan anggota Polsek Cengkareng malah menonton pertandingan sepak bola saat menerima laporan korban kekerasan.


Wisnu mengatakan bahwa polisi yang menonton pertandingan bola dalam video viral tersebut bukanlah anggota yang menangani laporan masyarakat, melainkan anggota yang bersiap untuk apel razia stasioner di wilayah Cengkareng.


"Jadi anggota yang terlihat di video tersebut merupakan Pawas (Perwira Pengawas) dan anggota yang akan melakukan apel razia stasioner," kata Wisnu saat dihubungi di Jakarta, Senin malam.


Wisnu menuturkan, pihak Polsek Cengkareng telah menyampaikan klarifikasi lebih dulu di kolom komentar unggahan video viral, serta lewat pesan langsung (direct message/DM) kepada akun bersangkutan.


Awalnya, kata Wisnu, seorang wanita dewasa yang belum diketahui identitasnya datang ke Polsek Cengkareng pada Minggu (28/6) sekira pukul 23.50 WIB, untuk mengadukan dugaan tindak kekerasan yang dialaminya.






Namun, sebelum ibu itu tiba, sudah ada laporan lain yang tengah diproses oleh Polsek Cengkareng, yakni laporan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


"Kemudian anggota SPKT ini menelepon piket Reskrim dan memberitahukan bahwa ada dua laporan. Yang pertama laporan curanmor, yang kedua KDRT," kata Wisnu lagi.


Berdasarkan keterangan Kapolsek Cengkareng, kata Wisnu, laporan curanmor yang masih diproses membuat wanita itu diminta untuk menunggu beberapa waktu.


"Tidak lama kemudian, piket Reskrim mendatangi SPKT atau ke lobi melayani pelapor curanmor yang lebih awal datang," kata Wisnu.


Tak lama berselang, sirene apel siaga berbunyi dan mendengar sirene itu, wanita bersangkutan langsung meninggalkan Polsek Cengkareng.






"Sirene dibunyikan (untuk apel siaga). Bersamaan sirene dibunyikan, ibu pelapor KDRT tersebut langsung pulang tanpa
pemberitahuan," ujar Wisnu pula.


Wisnu mengatakan, wanita itu meninggalkan Polsek Cengkareng tanpa sempat membuat laporan polisi.


"Dikarenakan tidak sabar menunggu, ibu tersebut membuat video tersebut dan meninggalkan polsek tanpa membuat laporan polisi. Seperti itu keterangan dari Pak Kapolsek di klarifikasinya," kata Wisnu.


Wisnu pun menegaskan bahwa tidak ada tindak pengabaian yang terjadi. Polisi yang ada dalam video tersebut, kata dia, adalah anggota yang bersiap untuk apel razia stasioner di wilayah Cengkareng.


"Jadi enggak ada pengabaian," ujar Wisnu menegaskan.


Ia pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke 110 jika mengetahui adanya gangguan keamanan.






"Kami pihak kepolisian akan menindaklanjuti laporan tersebut segera dan memberikan respons," kata Wisnu pula.