Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut program Upland Project di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur mampu mendongkrak hasil panen petani bawang merah dari yang semula 11 ton per hektare menjadi 16 ton per hektare.
"Fokus untuk Kabupaten Malang adalah bawang merah, tadi kami sudah melihat produksinya ternyata ada peningkatan cukup signifikan dari 11 ton per hektare menjadi 16 ton per hektare sekarang," kata Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto di Malang, Jumat.
Ia menjelaskan melalui program itu pihaknya memberikan dukungan sarana prasarana pertanian, seperti pompa air dan embung untuk menampung hujan yang bisa memenuhi kebutuhan pengairan lahan.
"Alhamdulillah tadi kami melihat petani bawang merah sudah ada yang menanam tiga kali, bahkan ada yang lebih," ucap dia.
Berdasarkan data dari desa setempat, sebelum disentuh Upland Project masa tanam bawang merah di wilayah itu berlangsung dua kali dalam satu tahun, yakni pada Oktober dan Februari. Sedangkan, saat ini hal itu bisa dilakukan pada Juni atau bertepatan dengan musim kemarau.
Total luas lahan pertanian di Desa Tawangsari mencapai 750 hektare dan dari jumlah itu pada masa panen pertama dilakukan di lahan seluas 230 hektare, kemudian pada masa tanam kedua penanaman bibit di lahan seluas 340 hektare, dan masa tanam ketiga di lahan sekitar 80 hektare.
Sementara itu, Kepala Desa Tawangsari Miftahul Anwar, menyampaikan selain infrastruktur pertanian desanya juga mendapatkan bantuan berupa pembangunan jalan usaha tani (JUT).
Keberadaan JUT, kata dia, tidak hanya memperlancar rantai pasok bawang merah tetapi memberikan dampak terhadap perekonomian para kuli angkut di desa tersebut.
"Biasanya mereka mengangkut satu sampai dua kali saja tapi sejak ada JUT bisa menjadi empat kali," kata dia.
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengembangan program Upland Project sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani di Desa Tawangsari.
Apalagi, kata dia, di desa tersebut juga sudah mampu melakukan pengembangan benih bawang merah yang bisa dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan petani di kecamatan lainnya.
"Bisa dijual ke masyarakat di sekitar Pujon, seperti di Ngantang," ucapnya.