Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) -


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo memastikan tanggul Lumpur Sidoarjo dalam kondisi aman setelah beredar informasi mengenai dugaan rembesan di tanggul kolam lumpur.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sidoarjo Sabinno Mariano di Sidoarjo, Jumat, menyatakan informasi mengenai dugaan rembesan tersebut beredar di media sosial pada Jumat (10/7) siang dan menyebutkan adanya luapan di tanggul kolam lumpur kawasan Desa Siring, Kecamatan Porong, tepatnya di bagian selatan dekat bekas ruas jalan tol yang terputus.



"Kondisi sebenarnya adalah material lumpur yang terlihat meluap merupakan hasil kegiatan pengerukan menggunakan ekskavator. Ada penambahan tinggi tanggul pengaman," kata Sabinno.






Menurut dia, BPBD menerima laporan terkait informasi tersebut sekitar pukul 13.32 dan segera mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan verifikasi kondisi lapangan yang dilakukan sekitar pukul 14.30.


Selain melakukan peninjauan langsung, Sabinno menuturkan BPBD juga berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) guna memastikan penyebab material lumpur yang tampak meluap di area tanggul.


Hasil koordinasi menunjukkan bahwa kondisi tanggul lumpur terus dipantau dan dikendalikan oleh PPLS, sehingga tidak ditemukan indikasi kebocoran maupun kerusakan pada konstruksi tanggul.


Material lumpur yang terlihat keluar merupakan dampak aktivitas pengerukan menggunakan alat berat berupa ekskavator sebagai bagian dari pekerjaan pemeliharaan dan penguatan tanggul.


Kegiatan tersebut dilakukan sekaligus untuk meningkatkan kapasitas pengamanan melalui penambahan tinggi tanggul, sehingga mampu mengendalikan debit lumpur dengan lebih baik.








BPBD menegaskan kondisi di lokasi tidak menunjukkan situasi darurat maupun ancaman terhadap masyarakat, karena seluruh aktivitas yang berlangsung masih berada dalam pengawasan petugas terkait.


"Berdasar hasil pemantauan kami, kondisi tanggul lumpur di Porong berada dalam kategori aman," ujar Sabinno.


Ia menjelaskan bahwa penambahan tinggi tanggul setinggi 1,5 meter dinilainya masih memadai untuk mengendalikan debit lumpur secara aman.