Minahasa Tenggara -

Mari mengenal Balangsong yang dipercaya menjadi rumah sementara bagi arwah orang Minahasa Tenggara. Bagaimana kisahnya?


Pada masa lalu, terdapat beberapa tradisi penguburan di Sulawesi Utara yaitu pemakaman mayat dalam waruga, pemakaman mayat di lubang tebing atau gua dan pemakaman langsung di tanah disertai dengan pembuatan balongsong.


Balongsong disebut juga rumah arwah, berupa miniatur rumah terbuat dari kayu yang menjadi bagian dalam tradisi kematian orang Tonsawang, Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.




Balongsong berbentuk khas menyerupai kotak kayu beratap yang melambangkan kepercayaan bahwa kematian hanyalah sebuah transisi.


Balongsong merepresentasikan filosofi kematian layaknya pergantian kulit ular, berpindah dari badan kasar yang bersifat duniawi ke negeri roh di langit.





Balongsong dibuat sebagai rumah tinggal sementara roh si mati, sebelum naik ke langit. Setelah balongsong hancur, maka roh akan berpindah ke langit. Di dalam balongsong diisi alat makan dan peralatan sehari-hari sebagai bekal bagi si mati.


Kotak balongsong terbagi tiga, masing-masing terdapat sayap di bagian kiri dan kanan. Sayap pada balongsong bagian atas, menggambarkan bubungan atap rumah adat Minahasa.


Di bagian bawahnya terdapat loteng yang dalam upacara adat termasuk bagian yang paling suci dari seluruh rumah. Pada sayapnya terdapat motif geometris berupa titik-titik berwarna putih mirip motif hias kain tenun bentenan yang disebut lengkey wanua (lengkey - tinggi, wanua, negeri yang tinggi di langit).


Balongsong bagian bawah, sayapnya menggambarkan haluan perahu yang digunakan dalam pelayaran jarak jauh, sebagai simbol perahu hayat atau perahu yang membawa roh si mati ke negeri langit.




Pada badan balongsong, terdapat ukiran motif manusia berbentuk perempuan dan bayi dengan kedua tangan ke atas, menggambarkan roh manusia yang meninggal, kembali menjadi bayi untuk dilahirkan kembali ke negeri roh.


Orang warna putih naik kuda warna hitam juga menggambarkan perjalanan berkuda ke negeri langit. Motif hias balongsong tidak menggambarkan status sosial si mati, tapi simbolisasi perjalanan roh si mati ke dunia yang lain di langit.


Saat ini, hanya tinggal dua balongsong asli peninggalan masa lalu yang tersisa. Traveler dapat menyaksikan balongsong di Museum Nasional di Jakarta serta Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara di Manado.













Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.