Jakarta (ANTARA) - FIFA membantah bola menyentuh kabel di atas lapangan sebelum gol penyeimbang Inggris ke gawang Norwegia pada laga perempat final Piala Dunia 2026 yang dimenangkan The Three Lions dengan skor 2-1.
"Sebelum gol Inggris pada menit 45+2 melawan Norwegia, sensor pada Connected Ball tidak menunjukkan lonjakan pada 'detak jantung bola' saat berada di udara, sehingga tidak ada bukti bahwa bola menyentuh kabel di atas lapangan dan mengubah arah pergerakan bola," demikian pernyataan resmi FIFA dalam unggahan media sosialnya, dikutip di Jakarta, Minggu.
Insiden itu bermula ketika tendangan gawang kiper Norwegia Orjan Nyland tampak berubah arah di udara sehingga memunculkan dugaan bola mengenai salah satu kabel yang menopang kamera robotik di atas lapangan.
Beberapa saat kemudian, Inggris menguasai bola sebelum Jude Bellingham mencetak gol penyeimbang menjelang turun minum.
Sesuai peraturan pertandingan, apabila bola diketahui menyentuh kabel atau benda di atas lapangan, permainan seharusnya dihentikan dan dilanjutkan dengan drop ball untuk menentukan penguasaan bola. Namun, laga tetap berlanjut karena insiden tersebut tidak dinyatakan terjadi oleh perangkat pertandingan.
FIFA menjelaskan tidak ada bukti dari sensor bola yang menunjukkan adanya sentuhan dengan kabel sehingga permainan tidak dihentikan. Hingga pertandingan berakhir juga tidak diketahui apakah asisten wasit video (VAR) Jerome Brisard melakukan peninjauan terhadap insiden tersebut.
Usai kejadian itu, Nyland tampak memukul permukaan lapangan karena frustrasi. Ia bersama penyerang Erling Haaland dan pelatih Stale Solbakken sempat berbicara dengan wasit asal Prancis Clement Turpin sebelum babak pertama berakhir.
"Dia mengatakan bahwa dia sendiri tidak melihatnya dan tidak menerima pesan bahwa itu benar-benar terjadi. FIFA mengatakan tidak ada sentuhan dan tidak ada sinyal dari cip di dalam bola, jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi bola itu jatuh lurus ke bawah. Bola itu memang menyentuhnya," kata Solbakken seusai pertandingan.
Meski demikian, Solbakken menegaskan insiden tersebut bukan penyebab utama kekalahan timnya.
Teknologi sensor pada Connected Ball sebelumnya juga digunakan pada Piala Dunia 2026 untuk menganulir gol penyeimbang Kroasia saat menghadapi Portugal setelah sensor mendeteksi bola sempat menyentuh pemain Kroasia sehingga tercipta posisi offside. Pada laga perempat final lainnya, gol Mesir ke gawang Argentina juga dibatalkan setelah tinjauan VAR menyatakan Marwan Attia melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martínez.