Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry memperketat pengawasan operasional penyeberangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang laut utara Flores, Sabtu (15/8/2026). Gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB ini sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB setelah tidak terdeteksi adanya kenaikan muka air laut yang signifikan.


​Meski BMKG mencatat 235 gempa susulan bermagnitudo 2,5 hingga 6,2 hingga pukul 14.00 WIB, ASDP memastikan seluruh fasilitas pelabuhan, armada kapal, dan penumpang dalam kondisi aman.


​Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan dan infrastruktur menjadi prioritas mutlak sebelum seluruh layanan dinormalisasi.


​“Dalam kondisi pascagempa, keselamatan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum layanan berjalan normal. Kami terus memantau armada, pelabuhan, dan kondisi perairan serta berkoordinasi erat dengan BMKG, KSOP, dan KUPP. Setiap keputusan operasional diambil berdasarkan data aktual otoritas berwenang,” tegas Heru, dikutip Senin (17/8/2026)


​Sebagai langkah antisipasi, beberapa kapal sempat diarahkan untuk berlindung di titik aman sebelum kembali melanjutkan pelayaran.


Kapal yang diarahkan untuk berlindung itu di antaranya, KMP Sangkepalangga pelayaran rute Jampea–Marapokot dipastikan aman. KMP Komodo dan KMP Cucut, sempat berlindung di sekitar Pulau Monyet. KMP Komodo melanjutkan pelayaran ke Rinca pukul 13.30 WITA, sedangkan KMP Cucut bertolak ke Sape pukul 14.30 WITA.


 



Kapal Lainnya


Kondisi di sala satu pelabuhan di NTT Pasca gempa M 7,7. (Dok. Istimewa)
Kondisi di sala satu pelabuhan di NTT Pasca gempa M 7,7. (Dok. Istimewa)

Sementara itu, KMP Cakalang berhasil berlayar menuju Pelabuhan Waikelo. KMP Ile Apel sempat disiagakan di Kupang sebelum bertolak pukul 07.00 WITA untuk melayani rute Kewapante–Pemana (PP).


"Di wilayah Bajoe dan Baubau, seluruh armada dan fasilitas pelabuhan dilaporkan berada dalam kondisi aman tanpa kerusakan," tambahnya


Kata dia, ​ASDP bersama tim regional juga melakukan verifikasi menyeluruh terhadap kelayakan fasilitas fisik, termasuk di Pelabuhan Maumere, guna memastikan keamanan sebelum aktivitas penyeberangan dibuka penuh.


​Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa sistem mitigasi berjenjang terus diaktifkan untuk merespons dinamika di lapangan.


"Kami mengimbau para pengguna jasa untuk tetap tenang, mematuhi arahan petugas di pelabuhan, serta memantau kanal informasi resmi BMKG dan ASDP untuk update jadwal penyeberangan," kata Windy

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.