Jakarta -

Lomba 17 Agustus menjadi salah satu kegiatan yang meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan. Mulai dari balap karung, tarik tambang, panjat pinang, hingga berbagai lomba beregu, semuanya mengandalkan aktivitas fisik.


Keseruan lomba terkadang membuat peserta lupa dengan kondisi tubuh. Demi menjadi pemenang, seseorang bisa saja terus memaksakan diri meski sudah merasa lelah atau tidak nyaman.


Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dr Oryza Satria, SpOT(K) dari Mayapada Hospital mengatakan bahwa sinyal-sinyal ini biasanya tidak tertangkap oleh peserta lomba akibat euforia.




"Peserta sebaiknya langsung berhenti bila muncul nyeri tajam mendadak, rasa seperti robek atau bunyi 'pop', sendi terasa tidak stabil, kehilangan kekuatan secara tiba-tiba, tidak mampu menapak atau menggunakan anggota tubuh secara normal, kesemutan atau mati rasa, pusing, sesak, atau merasa hampir pingsan," kata dr Oryza kepada detikcom, Minggu (16/8/2026).






Menurut dr Oryza, prinsip utamanya adalah munculnya rasa pegal dan lelah akibat lomba bisa dikatakan normal. Namun, jika kondisi itu disertai dengan beberapa fungsi sendi atau rasa sakit yang muncul tidak biasa, sebaiknya jangan dipaksakan.


Selain itu, ada risiko cedera ringan yang mungkin bisa terjadi. Hal ini disebabkan oleh gerakan eksplosif, tarikan mendadak, jatuh, permukaan licin, dan aktivitas yang tidak biasa dilakukan sehari-hari.


"Yang paling sering biasanya cedera ringan seperti lecet, memar, keseleo, strain otot, dan nyeri setelah aktivitas," katanya.


"Tetapi sesekali bisa terjadi cedera yang lebih serius seperti dislokasi bahu, patah tulang pergelangan tangan atau lengan, cedera ligamen, bahkan cedera kepala akibat jatuh," tutupnya.










Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.