Jakarta (ANTARA) - Juara dunia kelas super welter putri (69,8 kg) World Boxing Organization (WBO) Chantelle Cameron memetik kemenangan angka atas Mikaela Mayer untuk menyatukan tiga sabuk juara dunia, Minggu WIB.


Setelah laga 10 ronde di LIVE Arena, Birmingham, Inggris, para juri mengunggulkan Cameron dengan angka 97-93, 97-93, dan 96-94 untuk mempertahankan sabuknya sekaligus merebut sabuk juara versi World Boxing Council (WBC) dan World Boxing Association (WBA) milik Mayer.


Pertarungan berlangsung sengit dengan Cameron tampil agresif dan terus menekan Mayer dalam jarak dekat pada ronde-ronde awal.


Mayer merespons dengan jab dan pergerakan kaki untuk menjaga jarak untuk menyeimbangkan pertarungan. Mayer kemudian menemukan ritmenya. Ia lebih banyak menggunakan jab dan kombinasi pukulan dari jarak menengah sambil bergerak ke belakang.


Namun, Cameron tetap maju dan berusaha memotong ruang gerak Mayer. Tekanan Cameron membuat Mayer tidak leluasa membangun serangan panjang.






Duel fisik semakin intensif pada ronde-ronde tengah dengan Cameron semakin konsisten memaksa Mayer bertarung dari jarak dekat. Pukulan ke arah tubuh menjadi salah satu senjata penting petinju Inggris itu.



Mayer masih mampu membalas dengan pukulan lurus dan kombinasi cepat, tetapi Cameron lebih sering menjadi petarung yang mengambil inisiatif.


Cameron menjaga tekanan memasuki ronde-ronde akhir dan terus menjaga tempo. Ia tidak memberikan banyak kesempatan kepada lawannya untuk bertarung sesuai ritmenya sendiri.


Mayer berusaha mengandalkan teknik dan kecepatan tangan, tetapi Cameron tetap mampu mendekat dan melancarkan serangan. Mayer mencoba mengejar angka dengan meningkatkan tekanan pada dua ronde terakhir.






Petinju asal Amerika Serikat itu mencoba mencetak poin dengan kombinasi pukulan dan pergerakan yang lebih aktif. Namun, Cameron mampu bertahan dari tekanan tersebut dan tetap membalas dengan serangan ke tubuh serta pukulan dari jarak dekat.


Keduanya bertukar pukulan hingga bel akhir pertandingan berbunyi dan wasit mengunggulkan Cameron dengan kemenangan angka atau unanimous decision atas Mayer.