Liputan6.com, Jakarta - Toyota mengambil langkah berani untuk menghadapi ketatnya persaingan mobil listrik di China. Melalui kerja sama dengan FAW-Toyota, Toyota bZ5 versi penyegaran untuk model 2027 hadir dengan harga yang sangat agresif, bahkan hampir separuh dari banderol Tesla Model Y di Negeri Tirai Bambu.
Melansir dari ArenaEV, Rabu (2/9/2026), Toyota bZ5 facelift 2027 ditawarkan dengan harga promo early-bird mulai RMB 109.800 atau sekitar Rp 240 jutaan. Harga tersebut membuat crossover listrik bergaya fastback ini menjadi salah satu penantang menarik di pasar mobil listrik China.
Sebagai pembanding, Tesla Model Y versi standar di China masih dibanderol mulai RMB 263.500. Artinya, harga promo Toyota bZ5 hanya sekitar 42 persen dari harga awal Model Y.
Strategi Toyota kali ini terbilang berbeda. Untuk menjaga harga tetap kompetitif tanpa mengorbankan performa dan fitur, pabrikan Jepang tersebut mengadopsi sejumlah teknologi lokal China.
Salah satu yang paling mencolok adalah penggunaan baterai LFP Blade produksi FinDreams, perusahaan yang merupakan bagian dari ekosistem BYD.
Toyota bZ5 facelift ditawarkan dengan dua pilihan kapasitas baterai, yakni 65,28 kWh dan 73,98 kWh. Berdasarkan standar pengujian CLTC, masing-masing baterai mampu memberikan jarak tempuh hingga 550 km dan 630 km.
Penggunaan baterai lokal menjadi salah satu kunci Toyota dalam memangkas biaya produksi. Di sisi lain, teknologi tersebut memungkinkan bZ5 tetap menawarkan daya jelajah yang cukup kompetitif untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Untuk urusan performa, Toyota bZ5 mengandalkan motor listrik yang ditempatkan di bagian depan.
Motor tersebut menghasilkan tenaga maksimum 268 hp dengan torsi 329 Nm. Karakter penyaluran tenaganya dirancang tetap halus sehingga sesuai dengan karakter sebuah crossover listrik yang digunakan sebagai kendaraan harian.
Namun, bukan hanya sektor baterai yang menunjukkan pengaruh teknologi China. Perubahan yang lebih menarik justru terdapat pada sistem bantuan pengemudi dan teknologi otonom.
Toyota bZ5 facelift 2027 kini dilengkapi pod LiDAR yang ditempatkan di bagian atap. Sensor tersebut terintegrasi dengan sistem kemudi otonom Momenta 6.0.
Sistem ini memiliki kemampuan komputasi mencapai 544 TOPS. Kehadiran perangkat tersebut menjadi fitur yang cukup mencolok, mengingat teknologi LiDAR dan sistem bantuan mengemudi berkemampuan tinggi biasanya lebih banyak ditemukan pada kendaraan dengan harga jauh lebih mahal.
Dengan kombinasi tersebut, Toyota berusaha menawarkan bukan hanya mobil listrik dengan harga murah, tetapi juga teknologi yang mampu bersaing dengan pemain lokal China yang agresif dalam menghadirkan fitur kendaraan pintar.
Toyota bZ5 menjadi contoh menarik mengenai perubahan strategi industri otomotif global.
Dalam proyek ini, Toyota tetap membawa kekuatan yang selama ini menjadi identitasnya, mulai dari kontrol kualitas manufaktur hingga desain kendaraan.
Sementara itu, teknologi baterai dan sistem perangkat lunak banyak memanfaatkan ekosistem pemasok China.
Dari sisi desain, bZ5 mengusung bentuk crossover fastback dengan karakter atap rendah. Tingginya hanya 1.510 mm sehingga memberikan tampilan yang lebih sporty dan aerodinamis.
Konsep tersebut memperlihatkan adanya kombinasi antara keahlian manufaktur Jepang dengan kecepatan inovasi teknologi China.
Bagi Toyota, pendekatan ini juga dapat menjadi cara untuk mendekatkan diri dengan konsumen muda China yang semakin mempertimbangkan teknologi digital, fitur pintar, serta harga ketika memilih kendaraan listrik.
Harga menjadi senjata utama Toyota bZ5 facelift 2027. Dengan banderol promo mulai Rp 240 jutaan, mobil listrik ini berusaha masuk ke wilayah harga yang sangat kompetitif.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan betapa sengitnya persaingan kendaraan listrik di China. Reputasi merek besar saja tidak lagi cukup untuk memenangkan konsumen.
Pabrikan harus menawarkan kombinasi harga, teknologi, jarak tempuh, desain, dan fitur pintar yang sesuai dengan ekspektasi pasar.
Toyota pun mengambil langkah yang cukup berani dengan menggabungkan baterai LFP Blade dari ekosistem BYD dan teknologi otonom Momenta dengan kemampuan manufaktur serta desain khas Toyota.
Kini pertanyaannya, apakah strategi tersebut cukup untuk membuat Toyota bZ5 kembali menarik perhatian konsumen China?
Dengan harga agresif, jarak tempuh hingga 630 km berdasarkan CLTC, tenaga 268 hp, serta dukungan LiDAR dan Momenta 6.0, Toyota bZ5 memiliki modal yang cukup kuat.
Namun, di tengah pasar mobil listrik China yang terus bergerak cepat, konsumen bisa saja kembali menuntut inovasi yang lebih radikal.
Toyota bZ5 pun menjadi salah satu eksperimen penting untuk melihat apakah perpaduan teknologi Jepang dan China mampu menjadi formula baru untuk memenangkan persaingan EV.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.