Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap enam provinsi menjadi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk Kalimantan Barat yang masih menghadapi kendala.


"Operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan, dimana satu unit armada kita menyamaikan 800 kilogram garam dengan waktu operasi sebesar 1 jam 35 menit, namun masih terkendala karena tipisnya bibit-bibit awan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Rabu 2 September 2026.


Dia pun mengungkapkan, sejak 1 September 2026 masih ada 31 titik api yang seluas 511,27 hektar. Berton menyebut api baru berhasil ditangani sekitar dan baru berhasil sekitar 135,58 hektar.


"Kami masih fokuskan pengerahan water bombing di 3 lokasi yang berada di kabupaten Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya, jumlahnya ada sekitar 4 helikopter water bombing sebesar 408.000 liter air," jelas Berton.


Di sisi lain, dia menuturkan, kualitas udara di Kalimantan barat memiliki jarak pandang di bawah radius 1 kilometer dengan kategori berbahaya.


Meski begitu, dirinya menyampaikan aktivitas kegiatan belajar mengajar masih bisa dilakukan, yakni secara work from home.


 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.