Singapura -
Kebun binatang Singapura melaporkan sebuah kecelakaan yang dialami oleh petugas dan hewan yang terancam punah.
Seorang petugas perawat di Mandai Wildlife Singapura harus dirawat di rumah sakit oleh tapir Malaya pada Rabu (26/8). Saat itu petugas sedang melakukan kegiatan rutin penutupan dan menggiring tapir Malaya ke kandang istirahat, seperti dikutip dari Sabtu (5/9/2026)
Namun tiba-tiba saja, hewan liar itu menggigit petugas tersebut. Tapir yang terlibat dalam insiden itu adalah betina berusia 23 tahun yang masih berada dalam perawatan Mandai Wildlife Group.
Juru bicara kebun binatang menambahkan bahwa petugas kedua, yang juga berada di area pameran, turun tangan membantu rekannya, dan tapir itu berhasil diamankan di kandangnya tak lama kemudian.
"Petugas kebun binatang tersebut, yang saat ini berada di rumah sakit, sedang dalam proses pemulihan di bawah pengawasan medis yang ketat," kata juru bicara tersebut.
Tapir pada umumnya adalah hewan yang pemalu dan tidak agresif, serta insiden seperti ini jarang terjadi, ujar juru bicara tersebut.
"Pada saat yang sama, insiden ini menjadi pengingat bahwa semua hewan liar, bahkan mereka yang sudah akrab dengan perawatnya dan umumnya terbiasa dengan kehadiran manusia, dapat berperilaku di luar dugaan dan berpotensi menyebabkan cedera," kata Mandai.
Tapir Malaya, satu-satunya spesies tapir yang berasal dari Asia dan diklasifikasikan sebagai hewan terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Hal itu berarti spesies ini memiliki risiko tinggi untuk punah di alam liar.
Dalam pernyataannya pada 29 Agustus, juru bicara tersebut mengatakan pihaknya sedang meninjau insiden ini serta prosedur operasionalnya untuk menentukan apakah ada langkah-langkah tambahan yang dapat lebih meningkatkan keselamatan baik bagi staf maupun hewan.