Jakarta (ANTARA) - Tim nasional bola basket putra Indonesia bertekad memaksimalkan kesempatan tampil pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menyusul pengumuman sebelumnya tidak memenuhi kualifikasi dalam daftar awal peserta pesta olahraga terbesar Asia tersebut.
Ketua Umum DPP Perbasi Budisatrio Djiwandono, di Jakarta, Sabtu, mengatakan kesempatan yang datang pada masa akhir pengumuman keikutsertaan Asian Games itu harus dimanfaatkan dengan menurunkan komposisi terbaik untuk menghadapi persaingan di Jepang.
"Semula, timnas putra belum terkualifikasi untuk Asian Games. Namun, karena kemarin ada slot yang terbuka, akhirnya Indonesia bisa berkompetisi," kata Budi.
Indonesia mendapatkan tempat pada nomor 5x5 putra setelah salah satu negara dengan peringkat di atas Indonesia dalam daftar FIBA Asia mengundurkan diri.
Sebelumnya, Managing Director Badan Tim Nasional DPP Perbasi Jeremy Imanuel Santoso menjelaskan Indonesia tidak termasuk dalam peserta yang lolos berdasarkan peringkat FIBA Asia dengan batas penilaian Desember 2025.
Namun, keputusan mundur dari salah satu negara FIBA Asia memastikan posisi Indonesia dalam antrean berikutnya mendapatkan kesempatan ikuti ajang multi-cabang olahraga bangsa Asia itu.
Kepastian tersebut diumumkan panitia Asian Games pada 7 Agustus, sekira satu bulan sebelum Indonesia menjalani pertandingan pertama.
Meski waktu persiapan relatif singkat, Budi menilai skuad Merah Putih memiliki perpaduan pemain berpengalaman dan pemain muda yang dapat menjadi modal menghadapi persaingan.
Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
"Saya yakin dengan pengalaman yang ada, beberapa atlet sudah memiliki pengalaman yang cukup panjang, dan diperkuat dengan bibit-bibit muda, saya menilai modal itu merupakan kombinasi yang baik untuk menghadapi tim-tim lawan," kata Budi.
Dia meminta para pemain tidak terbebani dengan status Indonesia yang baru mendapatkan kepastian tampil belakangan dan fokus memberikan penampilan terbaik.
"Kami yakin. Tadi kami juga menitipkan kepada pelatih dan para atlet untuk memberikan yang terbaik. Kami ingin mereka berkompetisi sebagus-bagusnya. Kita doakan mereka bisa memberikan hasil yang terbaik," ujarnya.
Chef de Mission Kontingen Indonesia Todotua Pasaribu bahkan meyakini tim basket putra mempunyai peluang untuk membawa pulang medali dari Aichi-Nagoya.
Menurut Todotua, kesempatan yang diperoleh Indonesia harus dimanfaatkan semaksimal mungkin meski menghadapi lawan-lawan kuat sejak fase grup.
"Kami yakin dan percaya itu momentum yang harus kita manfaatkan betul-betul. Harapannya, dari sisi atlet, saya sendiri punya keyakinan bahwa tim basket putra bisa membawa pulang medali," kata Todotua.
Tim basket putra menjadi salah satu rombongan awal Kontingen Indonesia yang bertolak menuju Jepang pada 7 September.
Indonesia akan membuka pertandingan Grup A melawan Jepang pada 10 September, kemudian menghadapi Korea Selatan pada 11 September dan Arab Saudi pada 13 September.
Pertandingan basket putra dimulai sembilan hari sebelum upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya pada 19 September.