Harapan saya perwakilan dari 30 provinsi datang ke Jakarta bukan hanya untuk mengejar juara, tetapi untuk menanamkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI
Jakarta (ANTARA) - Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menegaskan Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda.
"Harapan saya perwakilan dari 30 provinsi datang ke Jakarta bukan hanya untuk mengejar juara, tetapi untuk menanamkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI," kata Siti Fauziah dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Hal itu disampaikan Siti saat menghadiri penutupan dan pengumuman pemenang LKBB-PB tingkat nasional 2026 di halaman Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9).
Menurut Siti, kegiatan tersebut dapat membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta mempertemukan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan LKBB-PB memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai sarana mendekatkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda melalui kegiatan yang kreatif, kompetitif, dan edukatif.
Pada penyelenggaraan 2026, LKBB-PB diikuti peserta dari 30 provinsi. Siti berharap pada 2027 keterlibatan tersebut dapat diperluas hingga mencakup seluruh 38 provinsi di Indonesia.
"Tahun ini memang sudah maksimal, tapi ke depan mungkin waktu lombanya bisa dibikin dua hari karena ini maraton sekali. Semoga di tahun 2027 pesertanya bisa mencakup seluruh 38 provinsi," ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan peserta dari berbagai daerah tidak hanya memperluas cakupan kompetisi, tetapi juga membuka ruang perjumpaan antarpelajar dengan latar belakang daerah dan budaya yang berbeda.
Siti menilai pengalaman tersebut dapat membangun jejaring pertemanan yang bermanfaat bagi peserta sekaligus memperkuat hubungan antargenerasi muda lintas daerah.
"Kedisiplinan dan perjumpaan dengan rekan-rekan dari 29 provinsi lainnya ini bisa menjadi jaring pertemanan yang berharga untuk masa depan para peserta," kata Siti.
Ia berharap jejaring yang terbentuk selama kegiatan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir, tetapi berkembang menjadi modal bagi generasi muda untuk membangun kolaborasi dan persaudaraan lintas daerah.
Siti juga mengapresiasi kreativitas peserta dalam mengembangkan formasi baris-berbaris dan pengibaran bendera. Menurutnya, peserta mampu menampilkan formasi yang kompleks dengan tetap memperhatikan ketentuan tata upacara.
"Kita melihat kreativitas yang luar biasa dari para peserta. Mereka mampu membuat formasi yang rumit dan menarik, tetapi tetap berada dalam koridor tata upacara yang baku," tuturnya.
Menurut Siti, kemampuan tersebut menunjukkan LKBB-PB dapat menjadi media pembelajaran yang memadukan kedisiplinan, kerja sama, dan kreativitas.
Karena itu, ia menyambut komitmen Ketua MPR RI Ahmad Muzani untuk mempertahankan dan memperluas penyelenggaraan LKBB-PB pada 2027.
Selain memperluas peserta, Siti menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap aspek teknis penyelenggaraan, salah satunya durasi perlombaan yang dinilai terlalu padat dalam satu hari.
"Ke depan mungkin waktu lombanya bisa dibikin dua hari karena ini maraton sekali," kata Siti.
Ia mengatakan evaluasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan sehingga peserta dapat tampil maksimal dan memperoleh pengalaman yang lebih bermakna selama mengikuti kegiatan.
Siti juga mengingatkan bahwa seluruh finalis tingkat nasional merupakan generasi muda terpilih dari daerah masing-masing. Pengalaman mengikuti LKBB-PB diharapkan menjadi bekal untuk memperkuat semangat kebangsaan, kepemimpinan, disiplin, dan kecintaan terhadap Indonesia.
Pada LKBB-PB MPR RI tingkat nasional 2026, SMK Negeri 2 Garut, Jawa Barat, meraih juara pertama.
Juara kedua diraih SMA Negeri 1 Kendari, Sulawesi Tenggara, sedangkan juara ketiga diraih SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Sementara itu, juara harapan pertama diraih SMA Negeri 1 Gianyar, Bali, juara harapan kedua SMA Negeri 99 Jakarta, DKI Jakarta, dan juara harapan ketiga SMA Negeri 3 Langsa, Aceh.