Kami membagikan sekitar 2.000 buah masker untuk pengendara agar terhindar dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sampai ke Cianjur, kondisi kesehatan tetap harus dijaga saat melakukan aktivitas di luar rumah
Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, membagikan sekitar 2.000 masker pada pengendara yang melintas di jalur utama Cianjur guna mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sampai ke Cianjur terhadap kesehatan masyarakat.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Minggu, mengatakan pembagian masker menyasar pengendara sepeda motor yang melintas di bundaran Lampu Gentur-By Pass seiring abu vulkanik yang masih cukup tebal menyirami Cianjur.
Pihaknya meminta masyarakat yang mengalami sesak atau gangguan kesehatan akibat menghirup abu vulkanik dapat menghubungi Call Center 110 guna mendapat tindakan cepat dari petugas dan tenaga kesehatan.
"Kami membagikan sekitar 2.000 buah masker untuk pengendara agar terhindar dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sampai ke Cianjur, kondisi kesehatan tetap harus dijaga saat melakukan aktivitas di luar rumah," katanya.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat yang membutuhkan, termasuk kesulitan masyarakat selama musim kemarau, dimana setiap harinya sekitar 10 ribu liter air bersih didistribusikan.
Masyarakat yang membutuhkan, lanjutnya, dapat menghubungi Call Center 110 guna ditanggapi dengan pendistribusian air bersih dengan tangki dan water canon, dimana selama musim kemarau pihaknya telah mendistribusikan 100.000 liter air bersih ke delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut akan terus digelar selama permintaan air bersih masih tinggi, dimana pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Perumdam Cianjur, PMI Cianjur, guna penjadwalan pendistribusian ke wilayah terdampak.
"Setiap hari kami distribusikan 10.000 liter air bersih ke sejumlah kecamatan terdampak, guna meringankan beban masyarakat, bagi yang masih membutuhkan dapat menghubungi 110," katanya.
Seiring kemarau yang masih melanda Cianjur, pihaknya meminta masyarakat tidak membakar sampah dan membuang puntung sembarangan karena dapat menjadi penyebab kebakaran lahan dan hutan yang sempat ditangani bersama selama satu pekan terakhir.