Jakarta (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memastikan kegiatan operasional kapal tetap berjalan dan terjaga di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Pelni terus memantau perkembangan situasi serta memastikan aspek keselamatan dan kelancaran operasional kapal tetap menjadi prioritas dalam melayani masyarakat," kata Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan layanan transportasi laut Pelni dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang tetap membutuhkan perjalanan antarkota di tengah adanya penyesuaian operasional penerbangan.
“Dalam situasi seperti ini, Pelni berupaya memastikan konektivitas masyarakat tetap tersedia melalui transportasi laut," ujarnya.
Ditto mengajak masyarakat yang membutuhkan perjalanan dari Jakarta untuk mempertimbangkan kapal Pelni sebagai salah satu alternatif, dengan tetap memperhatikan jadwal keberangkatan dan ketersediaan tiket.
Dari Pelabuhan Tanjung Priok, Pelni memiliki sejumlah kapal dengan tujuan Surabaya, di antaranya KM Nggapulu, KM Gunung Dempo, KM Labobar, dan KM Dobonsolo. Selain itu, KM Dorolonda melayani perjalanan menuju Batam, Tanjung Balai Karimun, hingga Belawan.
“Pelni terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan layanan transportasi laut berjalan dengan baik," ucapnya.
Bagi masyarakat yang memilih menggunakan kapal Pelni, Ditto mengimbau untuk melakukan pengecekan jadwal dan ketersediaan tiket melalui kanal resmi sebelum melakukan perjalanan.
Selain jadwal tersebut, Pelni juga memiliki keberangkatan lainnya dari Jakarta pada periode September 2026. Jadwal kapal dapat berubah menyesuaikan kondisi operasional dan perkembangan di lapangan.
Adapun jadwal kapal Pelni dari Cabang Jakarta periode 7–30 September 2026 meliputi tujuan Batam–Belawan menggunakan KM Dorolonda (Voyage 17) dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 10 September 2026 pukul 08.00 WIB dan berangkat kembali pada hari yang sama pukul 15.00 WIB dengan rute pelayaran Batam–Tanjung Balai Karimun–Belawan.
Tujuan Surabaya, menggunakan KM Nggapulu (Voyage 17) tiba di Tanjung Priok pada 7 September 2026 pukul 15.00 WIB dan berangkat pada 8 September 2026 pukul 20.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung.
KM Gunung Dempo (Voyage 16) tiba di Tanjung Priok pada 8 September 2026 pukul 00.01 WIB dan berangkat pada pukul 10.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Sorong–Manokwari–Wasior–Nabire–Jayapura.
KM Labobar (Voyage 17) dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 16 September 2026 pukul 20.00 WIB dan berangkat pada 17 September 2026 pukul 13.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Baubau–Ambon–Banda–Tual–Dobo–Kaimana–Fakfak.
KM Dobonsolo (Voyage 16 Rute B) tiba di Tanjung Priok pada 17 September 2026 pukul 13.00 WIB dan berangkat pada 18 September 2026 pukul 01.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Baubau–Sorong–Manokwari.
KM Nggapulu (Voyage 18) tiba di Tanjung Priok pada 21 September 2026 pukul 15.00 WIB dan berangkat pada 22 September 2026 pukul 18.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung.
KM Gunung Dempo (Voyage 17) tiba di Tanjung Priok pada 23 September 2026 pukul 04.00 WIB dan berangkat pada hari yang sama pukul 18.00 WIB dengan rute Surabaya–Makassar–Sorong–Manokwari–Wasior–Nabire–Jayapura.
KM Labobar (Voyage 18) dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 30 September 2026 pukul 20.00 WIB, sementara jadwal keberangkatan kapal tersebut masih menunggu penetapan emplooi.