Liputan6.com, Jakarta - Kesalahan desain yang membuat rumah lebih berantakan ternyata tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan penghuni yang malas merapikan barang. Penataan ruang, pemilihan furnitur, hingga sistem penyimpanan yang kurang tepat juga dapat membuat rumah terlihat penuh dan sulit ditata.
Rumah yang sebenarnya sudah rutin dibersihkan pun bisa tetap terlihat berantakan apabila desain interiornya tidak mendukung. Bahkan, beberapa keputusan dekorasi yang terlihat menarik justru dapat membuat ruangan terasa semakin sesak.
Lantas, apa saja kesalahan desain yang sebaiknya dihindari? Berikut penjelasan selengkapnya sebagaimana dilansir liputan6.com dari laman goodhousekeeping, Selasa (8/9/2026).

Kesalahannya: Membiarkan kabel, charger, router, dan berbagai perangkat elektronik terlihat begitu saja karena memang sering digunakan.
Solusinya: Sembunyikan perangkat yang memungkinkan untuk disimpan di dalam lemari, gunakan tempat khusus untuk perangkat elektronik, atau sediakan laci khusus sebagai area pengisian daya.
Mengapa penting? Perangkat elektronik memang memiliki fungsi penting, tetapi terlalu banyak kabel dan benda elektronik yang terlihat sekaligus dapat menambah kekacauan visual. Pengaturan kabel yang rapi dan tempat khusus untuk mengisi daya bisa membuat ruangan terlihat lebih tenang tanpa mengurangi fungsi perangkat yang digunakan sehari-hari.

Kesalahannya: Satu ruangan dipaksa merangkap banyak fungsi sekaligus, misalnya ruang keluarga yang juga jadi ruang kerja, tempat olahraga, sekaligus gudang penyimpanan.
Solusinya: Bagi ruangan menjadi zona-zona kecil dengan batas visual yang jelas, seperti karpet, rak terbuka, atau pengaturan furnitur, agar tiap fungsi punya "wilayah" sendiri.
Mengapa penting? Ruangan tanpa batas fungsi yang jelas membuat mata dan pikiran sulit beristirahat karena terlalu banyak aktivitas yang terjadi di satu titik, sehingga rumah terasa lebih berantakan meski sebenarnya barangnya tidak terlalu banyak.

Kesalahannya: Tidak ada tempat khusus untuk meletakkan kunci, sepatu, atau tas begitu masuk rumah, sehingga barang-barang ini akhirnya menumpuk di sembarang tempat.
Solusinya: Sediakan rak sepatu, gantungan kunci, atau meja kecil di dekat pintu masuk sebagai titik transisi antara luar dan dalam rumah.
Mengapa penting? Area transisi yang jelas membantu menjaga barang tetap pada tempatnya sejak awal, sehingga kekacauan tidak merambat ke ruang-ruang lain di dalam rumah.

Kesalahannya: Tempat penyimpanan dirancang berdasarkan tampilan yang rapi di atas kertas, tanpa mempertimbangkan kebiasaan sehari-hari penghuni rumah.
Solusinya: Sesuaikan lokasi penyimpanan dengan pola aktivitas nyata, misalnya meletakkan keranjang cucian di dekat kamar tidur, bukan di ujung rumah yang jarang dilewati.
Mengapa penting? Penyimpanan yang tidak sesuai kebiasaan membuat penghuni malas menaruh barang pada tempatnya, sehingga barang akhirnya bertumpuk di sembarang sudut dan rumah kembali terlihat berantakan.

Kesalahannya: Furnitur dipilih hanya karena ukurannya pas dengan dinding atau sudut ruangan, tanpa memperhitungkan ruang gerak di sekitarnya.
Solusinya: Ukur juga jarak sirkulasi di sekeliling furnitur, bukan hanya dimensi furnitur itu sendiri, agar ruangan tetap lega saat digunakan.
Mengapa penting? Furnitur yang terlalu besar untuk ruangan membuat sisa ruang gerak menjadi sempit, sehingga rumah terasa penuh dan berantakan meski jumlah barangnya sebenarnya wajar.

Kesalahannya: Setiap meja, rak, dan dinding diisi penuh dengan pajangan atau dekorasi tanpa menyisakan ruang kosong.
Solusinya: Sisakan area kosong di beberapa titik sebagai "ruang bernapas" secara visual, dan rotasi pajangan secara berkala alih-alih memajang semuanya sekaligus.
Mengapa penting? Permukaan yang penuh membuat mata tidak punya titik istirahat, sehingga ruangan terasa padat dan melelahkan untuk dipandang meski dekorasinya sebenarnya bagus.

Kesalahannya: Furnitur diletakkan sedemikian rupa sehingga penghuni harus berjalan memutar atau menyamping untuk melewati ruang keluarga atau area lain yang sering dilalui.
Solusinya: Pastikan ada jalur bebas hambatan selebar minimal satu langkah normal di antara furnitur, terutama di jalur yang paling sering dilewati sehari-hari.
Mengapa penting? Jalur pergerakan yang terhambat menjadi salah satu kesalahan desain yang paling terasa membuat rumah berantakan, karena penghuni harus terus-menerus menyesuaikan gerakan tubuh hanya untuk berpindah ruangan.
Dari kabel yang berserakan hingga jalur pergerakan yang terhambat, ketujuh kesalahan desain di atas menunjukkan bahwa rumah yang terasa berantakan tidak selalu soal kurang rapi, melainkan soal detail tata ruang yang belum diperhatikan. Memperbaikinya satu per satu bisa membuat rumah terasa jauh lebih nyaman dan tidak lagi menjadi sumber stres sehari-hari.

Selain memperbaiki desain, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga rumah tetap teratur.
Beberapa di antaranya kabel elektronik yang terlihat, satu ruangan dengan terlalu banyak fungsi, tidak ada area khusus dekat pintu masuk, penyimpanan yang tidak sesuai kebiasaan, furnitur yang terlalu besar, dekorasi berlebihan di semua permukaan, dan jalur pergerakan yang terhambat.
Kabel dan perangkat yang berserakan menambah kekacauan visual meski fungsinya penting, sehingga sebaiknya disembunyikan atau diberi tempat khusus.
Bagi ruangan menjadi zona-zona kecil dengan batas visual yang jelas, misalnya menggunakan karpet atau rak, agar tiap fungsi tidak saling tumpang tindih.
Area ini berfungsi sebagai titik transisi untuk meletakkan kunci, sepatu, atau tas, sehingga barang tidak menumpuk sembarangan di ruang lain.
Furnitur yang menghalangi jalur membuat penghuni harus berjalan memutar atau menyamping, sehingga rumah terasa sempit dan tidak nyaman.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.