Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Yenny Wahid mengatakan Indonesia mulai memiliki banyak stok atlet potensial pada disiplin lead dan boulder yang selama ini belum sekuat speed.


"Untuk lead dan boulder, selama puluhan tahun kita belum punya bibit yang mampu mencapai tingkat podium kejuaraan-kejuaraan internasional. Tapi sekarang kita punya banyak stok," kata Yenny di Jakarta, Rabu.


Menurut dia, kemunculan generasi baru tersebut menjadi perkembangan positif bagi panjat tebing Indonesia yang selama ini lebih dikenal sebagai salah satu kekuatan dunia pada speed.


"Kita sangat bahagia karena panjat tebing saat ini mulai banyak bibit-bibit baru khusus untuk kategori yang dulunya kita belum terlalu kuat," ujarnya.


Perkembangan paling menonjol terlihat pada lead melalui Putra Tri Ramadani atau Srondeng yang mempersembahkan emas lead pertama bagi Indonesia pada World Climbing Series setelah menjuarai seri Praha 2026.






Sementara pada boulder, Ravianto Ramadhan menembus semifinal World Climbing Series Innsbruck 2026 dan mengakhiri kompetisi di peringkat ke-19.



Kedalaman atlet pada dua disiplin itu juga terlihat dari komposisi pelatnas FPTI 2026 yang dihuni 12 atlet lead dan boulder, terdiri atas delapan putra dan empat putri.


Perkembangan tersebut membuat FPTI mulai memasang target medali dari lead pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.


"Saya target tiga medali. Dari speed dua, putra-putri pastinya. Lalu kemudian untuk lead, target satu. Satu boleh medali apa saja, kalau bisa emas," kata Yenny.






Meski memasang target, Yenny tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada atlet-atlet muda yang masih menambah jam terbang pada level internasional.


"Pesan saya cuma satu, bertandinglah dengan hati gembira, tanpa beban. Itu saja. Dan biasanya kalau seperti itu, maka hasilnya lebih maksimal," ujarnya.


Asian Games juga akan menjadi bagian dari pemetaan FPTI menuju Olimpiade berikutnya dengan harapan Indonesia tidak lagi hanya mengirim atlet dari speed.


"Kalau dulu kita empat atlet itu hanya untuk speed. Kita berharap bisa mengirim untuk lead. Dan syukur-syukur boulder," kata Yenny.