Jakarta -

Jaring ikan berbahan nilon masih menjadi penyumbang terbesar fragmentasi mikroplastik di laut Indonesia. Setiap tahunnya, mikroplastik akibat jaring nilon muncul secara signifikan.


Menjawab permasalahan tersebut, peneliti Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhamad Nasir bersama tim membuat inovasi terbaru berupa nanofiber dari limbah jaring nilon.


Inovasi ini dibuat bersama pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Andalas (Unand). Hasil riset sudah dipublikasikan dalam jurnal internasional Journal of Science: Advanced Materials and Devices pada 2025.






Nanofiber Mampu Kurangi Limbah Sampah


Inovasi ini berfungsi untuk mendegradasi limbah pewarna tekstil. Selain itu, alat ini juga bisa mengurangi tumpukan sampah plastik dan polusi limba cair sisa industri tekstil.



"Alih-alih mengubah limbah ini menjadi produk bernilai rendah, kami mengolahnya kembali (upcycling) menjadi material nano fungsional berkinerja tinggi melalui proses electrospinning," kata Nasir dikutip dari laman BRIN, Jumat (11/9/2026).


Keunggulan Nanofiber Buatan BRIN


Nasir menjelaskan, dalam pembuatan nanofiber ini limbah jaring nilon dikompositkan dengan nanopartikel Titanium Dioksida (TiO2). Penambahan zat tersebut bisa memperkuat struktur serat dan bisa meningkatkan kemampuan material dalam menyerap air.


Selain itu, nanofiber juga bisa memperluas permukaan aktif. Adapun hasil uji dari performa nanopartikel TiO2 murni ini mencapai 67,84 persen.


"Ketika kami uji pada limbah pewarna tekstil Methylene Blue (MB) di bawah penyinaran sinar UV, hasilnya sangat memuaskan. Pada pH netral (7), material ini mencapai efisiensi degradasi hingga 88,68 persen hanya dalam waktu 60 menit," ujar Nasir.


Keunggulan tersebut berkat struktur nanifiber yang mampu mencegah penggumpalan partikel TiO2. Dengan begitu, penyerapan cahaya bisa maksimal untuk menghasilkan radikal bebas.


"Dengan mengubah limbah jaring nilon menjadi nanofiber multifungsi, kami memberikan nilai tambah pada limbah laut sekaligus menciptakan produk berkelanjutan untuk mengatasi polusi limbah tekstil," kata Nasir.




















Cicin Yulianti


Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.





Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.