Jakarta (ANTARA) - Pelatih Timnas Kano Indonesia Andrii Kraitor mengatakan hasil Kejuaraan Asia 2026 dengan torehan dua medali perunggu menjadi modal timnya menghadapi Asian Games 2026.


Berbicara pada acara pelepasan atlet di Jakarta, Senin, Andrii mengatakan Timnas Kano Indonesia yang turun dalam Asian Games 2026 berbeda saat mengikuti Asian Games 2022.


"Kami memiliki beberapa nama baru. Kami memiliki kru baru. Itu adalah tim yang sedikit diubah dan generasi sedikit berubah. Tidak sepenuhnya, tapi kebanyakan. Kami sudah memiliki hasil yang baik dalam Asian Championship," katanya.


Andrii melanjutkan tim kano Indonesia tidak banyak mengikuti kompetisi pada 2026, tapi mereka sudah melakukan persiapan dengan bagus sehingga diharapkan berjuang maksimal mendapatkan hasil baik.


Dia melanjutkan persaingan pada cabang olahraga kano diprediksi akan berlangsung sengit dan mereka akan menghadapi negara-negara kuat seperti China, Kazakhstan, Uzbekistan hingga Vietnam.







"Kompetitornya sangat besar di Asia. Itu adalah hal yang penting bagi sisi mental. Semua orang sudah siap, berlatih keras, berlatih di luar negara," ujar Andrii.


"Menuju ke pertandingan, memiliki pengalaman. Itu adalah hal yang penting bagi sisi mental. Bagaimana atlet-atlet berbeda bisa menangani tekanan dan pertandingan," katanya.


Mengenai target Asian Games 2026, Andrii berharap semua atlet mampu mengeluarkan kemampuan terbaik, tidak terpaku pada medali atau peringkat.


"Jika hasilnya menang, kami senang. Jika emas, kami senang. Jika peringkat lima atau enam, dan atlet kami telah melakukan 100 persen dari penampilan mereka sendiri, kami masih senang," ujar Andrii.






Timnas Kano Indonesia beranggotakan 17 atlet dan tujuh ofisial untuk menghadapi Asian Games 2026. Mereka akan bertolak ke Nagoya, Jepang pada 19 September 2026.


Timnas mengikuti delapan nomor lomba pada cabang olahraga kano Asian Games 2026 dan berlaga pada tanggal 22-26 September 2026.