Jakarta -
Air kelapa dan jus buah kerap dianggap sebagai pilihan minuman sehat yang menyegarkan. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, minuman ini justru bisa menjadi pemicu lonjakan berat badan.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengingatkan bahwa air kelapa maupun jus buah mengandung gula yang tinggi. Apalagi jika proses pengolahannya membuat kandungan serat alami di dalamnya hilang.
"Air kelapa sama jus buah sudah pasti tinggi gula. Apalagi kalau misalnya air kelapa yang manis yang sudah dibuang daging-dagingnya, jadi sebenarnya seratnya sudah nggak ada. Akhirnya yang kita minum cuma sari gulanya saja," jelas dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).
Menurut dr Yaze, mengonsumsi minuman tersebut secara berlebihan berisiko menambah berat badan. Hal yang sama berlaku untuk jus buah yang disaring dan dibuang ampasnya.
Padahal, ampas itulah yang menyimpan serat penting bagi tubuh.
"Jus buah yang diambil cuma sari airnya saja, terus nanti si ampas-ampasnya yang isinya adalah serat malah terbuang," lanjutnya.
Memicu Lonjakan Gula Darah dan Craving
Hilangnya serat dari buah atau kelapa memberikan dampak langsung pada metabolisme tubuh. Tanpa serat, gula diserap jauh lebih cepat oleh tubuh sehingga memicu lonjakan gula darah dan ketidakstabilan hormon insulin.
Kondisi inilah yang akhirnya memicu rasa ingin makan terus-menerus atau craving.
"Itu yang menyebabkan gula darah jadi naik, terus insulin juga jadi nggak stabil. Itu yang bikin kita craving lagi setelah makan atau minum manis," kata dr Yaze.
"Akhirnya craving pengen makan atau minum lagi, terus bisa bikin gemuk," sambungnya.
Porsi Berlebih dan Minim Respon Hormon Kenyang
Selain hilangnya serat, mengonsumsi buah dengan cara di-jus membuat seseorang tanpa sadar mengonsumsi kalori secara berlebihan.
Saat buah utuh dimakan langsung, satu buah saja sering kali sudah memberikan rasa kenyang. Tetapi, saat dibuat jus, dibutuhkan beberapa buah sekaligus untuk menghasilkan satu gelas minuman.
Proses meminum jus yang sangat cepat, bahkan bisa habis dalam hitungan detik. Hal itu bisa memengaruhi respon tubuh terhadap rasa kenyang.
"Diminum cuma kayak 30 detik karena hasil jusnya sedikit. Jadi mulai dari enzim, kemudian hormon kenyangnya juga nggak terlalu baik merespon," beber dr Yaze.
"Akhirnya ngerasa belum kenyang, minum lagi lebih banyak atau makan lagi sampai ngerasa puas. Jadi kalorinya pasti akan berlebih," tutupnya.