Beijing (ANTARA) - Total penjualan ritel barang dan jasa China, salah satu indikator utama kekuatan konsumsi negara tersebut, meningkat 2,5 persen secara tahunan (yoy) dalam delapan bulan pertama 2026, sebagaimana ditunjukkan data resmi pada Selasa (15/9) dilansir Xinhua.
Penjualan ritel jasa meningkat 4,9 persen (yoy) pada periode Januari-Agustus 2026, melampaui pertumbuhan penjualan barang yang mencapai 1 persen, menurut Biro Statistik Nasional Tiongkok.
Berdasarkan kategori jasa, penjualan ritel layanan komunikasi dan informasi, layanan konsultasi pariwisata dan penyewaan, serta layanan budaya, olahraga, dan rekreasi mencatatkan pertumbuhan yang relatif pesat.
Dalam delapan bulan pertama 2026, total penjualan ritel barang konsumsi, termasuk penjualan barang dan pendapatan jasa boga, mencapai 32,76 triliun yuan (1 yuan = Rp2.629), naik 1,1 persen (yoy), ungkap data tersebut.
Penjualan ritel daring barang dan jasa mencapai 13,48 triliun yuan, naik 4,6 persen. Dari total tersebut, penjualan barang daring naik 4,3 persen menjadi 8,42 triliun yuan, sementara penjualan jasa daring meningkat 5,1 persen menjadi 5,06 triliun yuan.
Pada Agustus saja, penjualan ritel barang konsumsi mencapai 3,98 triliun yuan, naik 0,4 persen (yoy).