TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Influencer asal Malaysia, Aisar Khaled dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan senilai sekitar Rp5,7 miliar.

Aisar Khaled dilaporkan oleh sebuah perusahaan agensi di Indonesia.

Terkait itu, Polda Metro Jaya akui sudah menerima laporan tersebut.

Aisar bahkan bakal dipanggil dalam waktu dekat.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan penyidik akan menyusun administrasi penyelidikan sebelum melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

"Laporan itu sudah diterima di Polda kemudian nanti juga akan ada pemeriksaan ke sejumlah saksi yang diajukan," ujar Onkoseno kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

Onkoseno mengatakan pemanggilan Aisar nantinya merupakan bagian dari agenda pemeriksaan saksi.

Penyidik akan terlebih dahulu menjadwalkan pemeriksaan tersebut.

Baca juga: Curhat Aisar Khaled Usai Dipolisikan Dugaan Penipuan Rp5,7 Miliar: Banyak Orang Ingin Aku Jatuh

Duduk Perkara

Kuasa hukum pelapor, Machi Achmad, mengatakan pihaknya melaporkan Aisar dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

"Kita hari ini mewakili klien kami ya, dalam rangka melaporkan seorang influencer. Di mana influencer ini kami laporkan Pasal 492, Pasal 486, dan juga 607 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengenai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," kata Machi Achmad di SPKT Polda Metro Jaya, Senin (14/9/2026).

Machi menyebut laporan tersebut ditempuh setelah pihaknya melayangkan somasi sebanyak tiga kali kepada Aisar.

Namun, somasi tersebut disebut tidak mendapat tanggapan.

"Sudah kami somasi sebanyak tiga kali, tetapi tidak ada jawaban dan tidak ada memberikan informasi mengenai keberadaannya," ujar Machi.

Baca juga: Duduk Perkara Aisar Khaled, Selebgram Malaysia Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Dugaan TPPU Rp5,7 M

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Michael Sugijanto, menjelaskan perkara tersebut bermula dari perjanjian investasi antara Aisar dengan perusahaan yang menjadi kliennya.

Menurut Michael, masih terdapat kewajiban yang belum diselesaikan Aisar dengan nilai sekitar Rp5,7 miliar.

"Di perjanjian tersebut, sisa yang belum dibayarkan oleh Aisar sekitar Rp5,7 miliar," kata Michael.

Dalam perjanjian tersebut, Aisar disebut memiliki kewajiban melakukan pekerjaan secara langsung atau hadir dalam sejumlah event sebagai bagian dari penyelesaian kewajibannya.

Namun, pihak agensi mengaku hingga kini belum mendapatkan penyelesaian sebagaimana yang telah disepakati.

Michael mengatakan pihaknya sebelumnya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.

Pihak agensi disebut telah menghubungi Aisar dan melayangkan somasi, tetapi tidak mendapat respons.

"Jadi bentuk laporan ini adalah bentuk terakhir, upaya dari klien kami untuk mencari keadilan dan bertemu dengan Aisar," ucapnya.

Michael mengungkapkan komunikasi terakhir dengan Aisar terjadi pada Juli 2026.

Saat itu, Aisar disebut sempat datang ke salah satu event yang digelar pihak agensi.

Namun, setelah itu komunikasi kembali terputus.

"Terakhir Juli. Juli itu sempat datang di event kami, tapi sebelumnya itu sudah alot. Datang lagi Juli, setelahnya tidak ada lagi kontak," ujar Michael.

Menurut Michael, kedatangan Aisar saat itu berkaitan dengan adanya kesepakatan mengenai pemotongan sebagian nominal kewajibannya.

Kuasa hukum lainnya, Richard Subroto, menyebut nilai yang ditawarkan saat itu berada di atas rate normal.

"Dengan nilainya yang fantastis nih, di atas rate normal. Makanya dia datang," kata Richard.

Michael menjelaskan angka Rp5,7 miliar yang dilaporkan tersebut merupakan sisa kewajiban yang menjadi fokus laporan.

Reaksi Aisar Khaled

Di saat proses hukumnya mulai berjalan, Aisar menyampaikan pernyataan tertulis mengenai situasi yang sedang dihadapinya. 

Ia menyoroti dinamika pertemanannya dan merasa ada beberapa pihak yang justru menunggu dirinya gagal selama berkarier di Indonesia.

Aisar merasa tidak semua orang di lingkungannya bersikap jujur dan ada yang menunjukkan sikap berbeda di depannya.

"Banyak orang ingin melihat aku jatuh. Mereka menunggu saat aku lemah, berharap aku gagal, bahkan mungkin merasa bahagia ketika melihat aku terluka. Ada yang datang membawa senyum, tetapi di belakangku mereka menjatuhkan," kata Aisar, dalam keterangan unggahannya yang Tribunsumsel.com kutip Rabu (16/9/2026).

Ia juga menyampaikan rasa kecewanya terhadap orang-orang yang sebelumnya ia anggap sebagai teman dekat.

"Ada yang mengaku teman, tetapi diam-diam menjadi orang yang paling ingin melihatku hancur. Aku tahu, tidak semua orang menyukaiku, dan aku juga tidak bisa memaksa semua orang untuk memahami perjuanganku," lanjutnya.

Tegaskan Tak Akan Menyerah di Tanah Rantau

Meskipun sedang menghadapi masalah hukum dan kekecewaan dalam pertemanan, Aisar menyatakan siap menghadapi situasi ini dan tidak berniat membalas orang-orang yang menyudutkannya.

"Terluka bukan berarti kalah. Aku mungkin bisa dipatahkan, tetapi aku akan selalu mencari cara untuk bangkit kembali. Ketika suatu hari aku berhasil berdiri lebih kuat dari sebelumnya, aku tidak akan sibuk membalas siapa pun. Kalian boleh berharap aku jatuh, tetapi jangan pernah berharap aku menyerah," tegasnya.

Ia tetap meyakini bahwa masih banyak masyarakat di Indonesia yang menerima kehadirannya dengan baik.

"Ribuan orang membenciku tetapi aku percaya jutaan manusia di Indonesia senang dengan kehadiran diriku," ucapnya.

Aisar menegaskan kembali bahwa tujuan utamanya datang dari Malaysia adalah untuk bekerja dan membuat konten di Indonesia.

"Aku cuman seorang anak dari negara Malaysia ingin berkongsi kebahagiaan di Indonesia. Bismillah aku kuat," pungkas Aisar.

Tak hanya keterangan tertulis yang ia bagikan lewat akun instagram pribadinya @aisar_khaledd, namun ia juga membagikan momen saat dirinya berusaha membantu masyarakat yang tengah kesusahan di tanah air, hingga berbagi rezeki dalam bentuk lainnya. (Tribunnews/Tribunsumsel.com/Putri Kusuma Rinjani)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.