TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Gedung Minahasa Raad di seputaran Zero Point, Jalan Samrat, Kelurahan Wenang, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, pernah jadi lokasi tempat menghisap lem ehabon.
Saat Tribunmanado.com berkunjung ke sana pertengahan tahun lalu, lantai dipenuhi kaleng lem ehabon.
Namun gedung bersejarah ini terselamatkan.
Saat Tribunmanado.com berkunjung ke sana Jumat (18/9/2026), lantai Gedung Minahasa Raad sudah bersih.
Gedung itu mulai ditata.
Pemprov Sulut berencana merevitalisasi bangunan gedung tersebut menjadi objek wisata sejarah.
Gedung Minahasa Raad berjarak sekira 12 kilometer dari Bandara Sam Ratulangi.
Namun tempat lainnya tak seberuntung itu.
Contohnya saja Tugu Lilin di Marina Plaza.
Tempat itu ditengarai jadi lokasi mengisap lem ehabon.
"Saat malam banyak yang ngelem di sana," kata seorang warga sekitar pada Tribunmanado.com yang enggan namanya disebut.
Kesaksian sejumlah warga klop dengan temuan kami.
Jumat (18/9/2026) siang, cuaca sangat panas kulit terasa mendidih.
Masuk dari arah Pelabuhan Manado, awalnya ketemu sebuah taman yang asri.
Seorang pria tiduran di atas kursi di samping taman, terlihat pula seorang penjaga di pos dekat bangunan tugu.
Suasana dalam tugu kontras dengan di taman.
Di dalam tugu kotor, penuh sampah, serta berbau pesing.
Bahkan ada benda yang bentuknya seperti kotoran manusia.
Dan di antara sampah yang berserakan ada kaleng ehabon.
Dekat lapangan ditemui pula kaleng lem ehabon.
Diketahui mengisap lem ehabon secara sengaja dapat menyebabkan kerusakan organ yang fatal dalam waktu singkat.
Zat kimia dalam lem dapat membuat detak jantung menjadi tidak teratur secara mendadak, yang bisa menyebabkan kematian seketika, bahkan pada pemakaian pertama kali.
Akibat fatal lainnya adalah kerusakan otak permanen.
Uap kimia tersebut mengikis lapisan pelindung saraf otak, memicu penyusutan volume otak, menurunkan daya ingat, serta menyebabkan kejang.
Kawasan Malalayang Beach Walk (MBW) Manado juga pernah jadi lokasi isap lem ehabon.
Peristiwa itu terjadi pada pertengahan tahun lalu.
Sejumlah anak kena razia Satpol PP Manado tengah asyik menghirup lem ehabon.
Selidik punya selidik, anak-anak ini ternyata disuruh dua pria yang berprofesi sebagai sopir.
Aparat Polsek Malalayang kala itu menangkap dua pria tersebut.
Baca juga: Gempa Bumi Guncang Lampung Jumat 18 September 2026, Gempanya Baru Saja Terjadi Sore Ini
Baca juga: Cerita Arifin Penjual Es Cendol di Depan SMAN 7 Manado, Raup Untung Lebih Saat Cuaca Panas
Aparat Satpol PP juga pernah mengamankan sepasang kekasih yang sudah mabuk lem ehabon di Taman Kesatuan Bangsa (TKB).(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.