TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kepulan asap tebal membumbung dari kawasan boundary PT Sapta Karya Damai (SKD), di ruas Jalan Sampit-Pangkalan Bun Km 45 yang berbatasan langsung dengan Desa Natai Baru (Nangka), Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (18/9/2026) sore.

Peristiwa kebakaran itu menjadi perhatian publik setelah video kondisi api yang membesar beredar luas di media sosial. 

Dalam narasi yang beredar, muncul tudingan bahwa pihak perusahaan tidak berkontribusi dalam upaya pemadaman kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut.

Menanggapi hal itu, Humas PT Sapta Karya Damai, Bambang, membantah informasi yang berkembang di media sosial. 

Ia menegaskan perusahaan selama ini justru aktif melakukan penanganan kebakaran, termasuk untuk titik api yang berada di luar areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

"Kalau terkait video yang viral itu memang bukan di dalam HGU kami. Yang pasti lokasinya di luar, tapi tetap kami laksanakan pemadaman," ujar Bambang saat ditemui, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, PT SKD menyiagakan personel dan peralatan pemadaman selama 24 jam untuk mengantisipasi kebakaran yang muncul di sekitar wilayah operasional perusahaan maupun lingkungan sekitarnya.

Ia menjelaskan perusahaan memiliki belasan divisi yang masing-masing beranggotakan sekitar sembilan hingga 10 orang. 

Ketika muncul titik api di dekat suatu divisi, tim terdekat akan bergerak lebih dulu sebelum mendapat bantuan dari divisi lainnya.

"Kami selalu aktif. Bahkan kami selalu berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat di sekitar, terutama Desa Natai Baru dan Pondok Damar. Kalau ditemukan titik api, kami langsung turun melakukan penanganan," katanya.

Selain personel, perusahaan juga menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti mobil pikap pengangkut air, ekskavator untuk membuat sekat bakar, hingga truk yang digunakan membawa tandon dan mesin pemadam.

Bambang mengungkapkan, sejak musim kemarau mulai memicu kebakaran pada Juli 2026, perusahaan telah berkali-kali terlibat dalam upaya pemadaman.

"Kurang lebih ada 30 kali penanganan kebakaran yang kami lakukan sejak Juli sampai sekarang. Titik-titik itu berada di luar HGU perusahaan, tetapi tetap kami bantu padamkan karena masih berada di lingkungan sekitar perusahaan," jelasnya.

Ia pun menilai narasi yang menyebut perusahaan tidak pernah melakukan pemadaman tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Kalau ada narasi yang viral bahwa perusahaan tidak melakukan pemadaman, itu tidak benar. Selama ini kami menangani titik api tersebut dengan penuh tanggung jawab karena masih berada di lingkungan sekitar SKD," tegasnya.

Baca juga: Karhutla di Kotim Belum Mereda, BPBD Catat 26.335 Hotspot dan 1.848 Hektare Lahan Terbakar

Baca juga: Update Karhutla di Kotim Capai 1.706 Hektare, 776 Kejadian Ditangani Petugas hingga 9 September 2026

Hingga Sabtu (19/9/2026), luas lahan yang terdampak kebakaran di kawasan KM 45 tersebut masih belum diketahui secara pasti. 

Sementara upaya pemantauan dan penanganan titik api terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas di tengah musim kemarau yang masih berlangsung di Kotim.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.