TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Universitas Terbuka (UT) Samarinda menggelar seminar akademik bertajuk "Lulusan Adaptif di Era Artificial Intelligence: Berkarya, Berinovasi dan Tetap Berintegritas" guna membekali calon lulusannya menjelang prosesi Wisuda Periode II Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026).
Agenda akademik yang diikuti 1.282 calon wisudawan di Plenary Convention Hall Sempaja Samarinda ini menghadirkan Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc. sebagai narasumber utama.
Diskusi berlangsung interaktif mengingat isu pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) tengah menjadi perhatian luas di dunia kerja dan pendidikan.
Direktur UT Samarinda, Drs. Rusna Ristasa, M.Pd. menjelaskan bahwa pembekalan dengan tema khusus AI ini sangat penting untuk memberikan pemahaman yang tepat mengenai posisi teknologi bagi para lulusan.
"Prinsip kita, AI merupakan produk teknologi yang tidak bisa kita pungkiri. Seperti pertanyaan tadi, apakah berdampak negatif atau positif. Sebenarnya teknologi itu netral. Yang menyebabkan teknologi menjadi positif atau negatif adalah orang yang menggunakannya," kata Rusna.
Baca juga: Sutradara Kaltim Ajak Mahasiswa UT Samarinda Dialog Soal Eksistensi Seniman di Tengah Gempuran AI
Ia menambahkan, apabila dimanfaatkan secara bijaksana, teknologi tersebut dapat membawa dampak positif bagi kemaslahatan masyarakat.
Rusna menegaskan bahwa sejak awal UT telah menjadikan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran digital.
"Itu adalah modal dasarnya UT gitu ya," ucapnya.
Disinggung mengenai sasaran yang ingin dicapai melalui pelaksanaan seminar akademik tersebut, Rusna menekankan pentingnya kesiapan para calon lulusan dalam menghadapi dinamika era digital.
"Yang kita harapkan itu menghasilkan lulusan yang adaptif di era artificial intelligence, yang berkarya, berinovasi, dan tetap berintegritas," terangnya.
Baca juga: Tak Cuma Kaltara, UT Tarakan Siap Rambah Pekerja Migran di Sabah hingga Brunei
AI Sebagai Asisten
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring turut memberikan penekanan bahwa fungsi teknologi sangat bergantung pada peran individu yang mengoperasikannya, layaknya prinsip the man behind the technology.
"AI ini kalau kita jadi juragannya, dia bisa jadi asisten yang luar biasa. Tapi kalau kita biarkan dia mengatur kita, kita bisa dibawa ke satu tempat yang kita enggak tahu itu mau ke mana," jelas Maximus.
Ia memaparkan bahwa sistem pembelajaran di UT memang sudah dirancang berbasis teknologi tinggi, seperti layanan Tuton (Tutorial Online) hingga Tuweb (Tutorial Web).
Meski sistem Learning Management System (LMS) terus memadukan teknologi mutakhir termasuk AI, peran pengajar atau tutor manusia tetap tidak bisa tergantikan sepenuhnya.
Prof. Maximus menyebut tutor bertugas mendampingi mahasiswa agar penggunaan teknologi tetap berjalan sesuai koridor hukum dan moral.
"Nah, tutornya kita, kita kembangkan untuk mendampingi mahasiswa ini supaya kalau dia memanfaatkan teknologi, ada dua: yang pertama itu etis, yang kedua itu secure," ungkapnya.
Langkah ini dipandang krusial untuk mencegah penyalahgunaan AI seperti tindakan plagiarisme, hate speech, maupun cyberbullying.
Bekal untuk Lulusan
Melalui bekal yang diberikan dalam seminar ini, mahasiswa diharapkan mampu menentukan langkah konkret secara bijak dalam memanfaatkan kecerdasan buatan pasca kelulusan.
"Itulah yang kita harapkan dari teman-teman yang hari ini seminar, ketika nanti mereka pulang dalam 30 hari ke depan, itu mereka itu teman-teman ini mau ngapain sih dengan AI? Nah, dia tetapkan," pungkasnya. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.