Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia dance internasional usai dancer muda asal Jepang, Ria Yamada, dikabarkan meninggal dunia. Ria menghembuskan napas terakhirnya pada 18 September 2026, tepat di usianya yang baru menginjak 16 tahun, setelah lebih dari setahun berjuang melawan sakit yang dideritanya.


Kabar ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga lewat unggahan panjang penuh haru di akun Instagram pribadi Ria pada Kamis (24/9/2026). Dalam unggahan tersebut, keluarga menceritakan perjalanan panjang Ria selama menjalani pengobatan, sekaligus mengungkap betapa besar semangat juang yang ia tunjukkan hingga akhir hayatnya.



Pesan Haru Keluarga Ria Yamada


Ria Yamada di Rumah Sakit (credit: instagram.com/ria__yamada)
Ria Yamada di Rumah Sakit (credit: instagram.com/ria__yamada)

Dalam pernyataan resminya, keluarga Ria mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas seluruh dukungan, doa, dan kasih sayang yang diberikan publik selama masa sulit yang dilalui putri mereka. Mereka juga menyampaikan bahwa Ria sangat mencintai dunia dance, serta menghargai setiap ikatan yang terjalin bersama rekan-rekan sesama dancer maupun para pendukungnya.


"Semoga tarian dan senyumnya akan selalu ada bersama kalian," tulis keluarga Ria dalam pesan penutup unggahan tersebut. Keluarga turut mengungkapkan bahwa Ria menghembuskan napas terakhirnya dengan tenang, dikelilingi oleh seluruh anggota keluarganya.



Perjuangan Ria Yamada Melawan Sakit Selama Setahun Lebih


Perjalanan pengobatan Ria dimulai sejak Juli 2025, ketika ia pertama kali menjalani rawat inap untuk menangani kondisi kesehatannya. Keluarga tidak merinci secara spesifik diagnosis penyakit yang dideritanya, namun mengungkapkan bahwa Ria sempat menjalani rangkaian pengobatan intensif, termasuk kemoterapi dan dua kali prosedur transplantasi sumsum tulang, dengan sang ibu berperan sebagai pendonor pada kedua prosedur tersebut.


Meski menghadapi berbagai komplikasi kesehatan sepanjang masa pengobatannya, keluarga menceritakan bahwa Ria tetap berusaha menjalani hari-harinya dengan penuh semangat, termasuk kembali berlatih fisik ringan dan menikmati momen-momen kecil bersama keluarga di sela pengobatan. Pada awal September 2026, dokter menyampaikan bahwa waktu Ria diperkirakan tersisa satu hingga dua minggu, namun ia tetap mampu berbincang hangat dengan keluarganya hingga dua hari sebelum kepergiannya.



Dukungan Penuh dari JAM REPUBLIC


Sepanjang masa sakitnya, Ria juga mendapat dukungan penuh dari agensi sekaligus keluarga besar dance-nya, Jam Republic. Keluarga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pendiri Jam Republic, Nick, yang disebut terus memantau kondisi Ria dan beberapa kali menjenguknya langsung ke rumah sakit.


Rekan satu tim Ria di Baby Jam, Miyabi, turut tercatat sempat menjenguk Ria di rumah sakit pada akhir Agustus lalu, sementara anggota Baby Jam lainnya menyapa Ria lewat panggilan video kelompok. Keluarga menyebut pertemuan Ria dengan Jam Republic sejak usia 12 tahun sebagai salah satu keajaiban terbesar dalam perjalanan hidupnya di dunia dance.



Sosok Ria Yamada, Juara Street Dance Girls Fighter 2


Ria Yamada lahir pada 2009 dan mulai menekuni dunia dance sejak usia tiga tahun. Namanya melejit usai tampil sebagai kontestan asal Jepang dalam ajang Mnet "Street Dance Girls Fighter 2" yang tayang pada 2023, di mana ia terpilih bergabung dengan tim Jam Republic yang berhasil keluar sebagai juara pada babak final 26 Desember tahun itu.


Sejak kemenangan tersebut, Ria dikenal luas sebagai salah satu anggota Baby Jam, unit muda di bawah naungan Jam Republic. Kariernya sebagai dancer terhenti sejak ia mulai fokus menjalani pengobatan pada pertengahan 2025, hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhir pada 18 September 2026.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.