Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friederica Widyasari Dewi mendorong perluasan kepesertaan dana pensiun saat 68,94% penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat persiapan finansial masyarakat sebelum tekanan demografi meningkat.


Friederica mengatakan Indonesia mulai memasuki fase aging population setelah proporsi penduduk lanjut usia mencapai 11,97%. OJK memproyeksikan proporsi penduduk lanjut usia akan meningkat menjadi sekitar 20,31% pada 2045.


"Artinya kita memiliki jendela kesempatan yang sangat penting untuk mendorong masyarakat usia produktif mulai mempersiapkan masa pensiun sejak kini sebelum tekanan demografi itu akan semakin besar,” kata Friederica dalam Indonesia Pension Fund Summit di Jakarta, Jumat (25/9/2026).


OJK mencatat jumlah peserta dana pensiun meningkat dari sekitar 27,27 juta orang pada 2022 menjadi 30,67 juta orang per Juli 2026. Namun, jumlah tersebut masih relatif kecil dibandingkan jumlah angkatan kerja Indonesia yang telah mencapai lebih dari 150 juta orang.


Friederica menilai kondisi tersebut menunjukkan ruang perluasan peserta dana pensiun masih besar. Industri dana pensiun perlu mendorong masyarakat usia produktif untuk mulai memiliki perencanaan pensiun sejak awal memasuki dunia kerja.


"Kalau kita bicara tentang persiapan pensiun bukan nanti menjelang-menjelang, tetapi justru dari first day seseorang itu bekerja sudah harus bisa memikirkan tentang retirement plan-nya seperti apa,” ujar Friederica.


OJK juga mencatat tingkat literasi dana pensiun mencapai 22,21%, sedangkan tingkat inklusinya baru sekitar 5%. Data tersebut menunjukkan sebagian masyarakat telah memahami dana pensiun, tetapi pemahaman tersebut belum sepenuhnya berubah menjadi kepesertaan.


 



Momentum Bonus Demografi


Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Liputan6.com/Arief)
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Liputan6.com/Arief)

Friederica mengatakan, perluasan kepesertaan harus berjalan bersama peningkatan kecukupan manfaat pensiun. OJK mencatat replacement ratio Indonesia masih berada di kisaran 15%-20%, sedangkan standar International Labour Organization (ILO) berada di sekitar 40%.


"Kita harus sama-sama memikirkan bagaimana supaya masyarakat nanti bisa pensiun dengan replacement ratio yang semakin meningkat,” tutur Friederica.


Menurut Friederica, momentum bonus demografi perlu dimanfaatkan untuk membangun sistem dana pensiun yang lebih luas dan memadai. OJK mendorong industri dan pemangku kepentingan menerjemahkan agenda tersebut melalui program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.