Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta mengajukan kembali status tanggap darurat untuk kebakaran susulan TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah.

Pengajuan tersebut berkaitan dengan kebutuhan operasional untuk penanganan kebakaran yang masih menyisakan puluhan titik asap.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo mengatakan hampir 200 personel masih terlibat dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo.

“Terkait dengan kebutuhan untuk teman-teman yang ada di lapangan. Ini kan kemarin kita ada sekitar hampir 200-an personil yang terlibat. Untuk mencukupi logistik kemudian kebutuhan BBM nanti kami masih mohon arahan dari pimpinan,” jelasnya, Jumat (25/9/2026).

34 Titik Asap Masih Muncul

Pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, sebanyak 34 titik asap masih terpantau di kawasan TPA Putri Cempo.

Dalam keterangan tertulis, titik asap tersebut tersebar di Blok B sebanyak 15 titik, Blok C sebanyak 13 titik, dan Blok D1 sebanyak enam titik.

Ari mengatakan kondisi kebakaran susulan kali ini tidak separah kebakaran sebelumnya. Meski demikian, petugas masih melakukan pemadaman dan pemantauan di sejumlah blok.

“Blok C yang sisi timur ya kan memang masih ada beberapa titik asap. Kemudian yang di Blok B yang utara itu yang kemarin titik apinya itu juga masih ada beberapa titik asap. Hari ini kan ran off-nya teman-teman di lapangan ada di blok B dan blok C kemudian monitor juga di blok D1. Kalau melihat kondisinya kan memang sudah tidak kayak kemarin itu,” tuturnya.

KEBAKARAN LAGI - TPA Putri Cempo Solo kembali kebakaran setelah sebelumnya sempat padam, Kamis (24/9/2026). Dinas Lingkungan Hidup mengungkapkan gas metan dan cuaca panas menjadi faktor yang memicu kebakaran berulang.
KEBAKARAN LAGI - TPA Putri Cempo Solo kembali kebakaran setelah sebelumnya sempat padam, Kamis (24/9/2026). Dinas Lingkungan Hidup mengungkapkan gas metan dan cuaca panas menjadi faktor yang memicu kebakaran berulang. (Tribun Solo/Mardon Widiyanto)

Wali Kota Solo Belum Tetapkan Kembali Status Darurat

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi belum menetapkan kembali status tanggap darurat.

Pemkot Solo masih menjalankan masa transisi sambil memantau kondisi TPA Putri Cempo secara real time.

“Ini tetap masa transisi kita upayakan terus. Masih masa transisi dulu sampai kita lihat perkembangannya. Kita setiap hari real time kita pantau terus supaya tidak merebak lagi,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Kecamatan Pasar Kliwon.

Respati mengatakan Pemkot Solo terus melokalisasi titik api untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

“Kan memang sedang masa transisi. Kita upayakan pemadaman kita lokalisir. Berupaya terus kita untuk old waste mengurai gas metana. Supaya tidak terjadi kebakaran lagi,” ungkapnya.

Baca juga: TPA Putri Cempo Solo Kembali Membara, Kelurahan Mojosongo Siapkan Pendopo untuk Pengungsian

BPBD Masih Tangani Titik Asap di Blok B dan C

Kebakaran susulan muncul dari titik api di Blok B lereng timur yang sebelumnya belum terbakar. 

Area tersebut sebelumnya sengaja dibuka untuk memberikan akses pemadaman saat kebakaran pertama.

Ari menjelaskan kondisi di sekitar Blok C juga menjadi bagian dari penanganan petugas.

Treatment di salah satu bagian blok membuat kondisi di sisi lain tidak terlihat, ditambah suhu panas dan pergerakan angin.

“Info dari teman-teman DLH itu kan melakukan treatment di blok C yang di sebelah selatan itu Nah itu kan enggak kelihatan yang sebelah utara karena memang suhunya kan panas. Kemarin itu terus anginnya muter-muter itu itu jadi pemicu juga sih akhirnya itu cepat kemana-mana itu,” jelasnya.

Menurut Ari, kebakaran susulan tidak separah kebakaran pertama karena mayoritas material di permukaan sudah terbakar lebih dulu.

“Bisa dikatakan seperti itu karena memang kalau kita melihat yang titik kebakar kemarin itu adalah titik yang kemarin untuk akses ke Blok B yang lereng timur yang belum kebakar kemarin itu,” tuturnya.

Hingga Jumat pagi, BPBD masih melakukan penanganan di Blok B dan Blok C serta memantau kondisi di Blok D1. Pengajuan kembali status tanggap darurat juga berkaitan dengan kebutuhan logistik dan bahan bakar bagi personel yang bertugas di lapangan.

(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.