SURYA.co.id, SURABAYA - Warga di kawasan pesisir Kota Surabaya, Jawa Timur, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada akhir September 2026. 

Salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah ketinggian puncak pasang air laut.

Pakar mitigasi bencana banjir Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Umboro Lasminto ST MSc, menyebut ketinggian pasang di atas 2,4 meter perlu menjadi perhatian karena berdasarkan pengamatan sebelumnya kondisi tersebut berpotensi memicu banjir rob.

“Dari hasil pengamatan yang pernah terjadi sebelumnya, apabila puncak pasang di atas 2,4 meter maka perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan banjir rob,” terang Umboro, kepada SURYA.co.id, Jumat (25/9/2026)

Peringatan tersebut disampaikan menyusul prediksi pasang air laut tinggi yang dikeluarkan BMKG Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Pasang di Atas 2,4 Meter Perlu Diwaspadai

Umboro menjelaskan, ketinggian 2,4 meter menjadi salah satu patokan berdasarkan pengamatan kejadian sebelumnya.

Apabila puncak pasang berada di bawah angka tersebut, kemungkinan terjadinya banjir rob relatif lebih rendah.

Namun, kondisi pasang yang terjadi di lapangan tidak selalu persis sama dengan hasil prediksi.

Surabaya tidak bisa menghindari banjir namun bisa meminimalisir risiko
MINIMALISIR RISIKO - Dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS Muhammad Hafiizh Imaaduddiin ST MT menjelaskan, Jumat (15/9/2026), Surabaya tidak bisa menghindari banjir namun bisa meminimalisir risiko.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Kota Surabaya, Jawa Timur, tetap diminta bersiap ketika terdapat prakiraan pasang tinggi.

“Masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan ketika terdapat prediksi pasang tinggi di wilayah pesisir Surabaya,” pesannya.

Bulan Purnama Berpengaruh pada Pasang

Dosen dan peneliti mitigasi bencana banjir Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS, Muhammad Hafiizh Imaaduddiin ST MT, menjelaskan fenomena pasang air laut berkaitan dengan siklus bulan.

Menurut dia, fase bulan purnama identik dengan periode pasang air laut yang lebih besar.

Kondisi tersebut dapat bersamaan dengan puncak pasang sehingga meningkatkan potensi terjadinya rob di kawasan pesisir.

“Menurut saya, kenapa September ini terjadi potensi pasang tertinggi hanya karena waktunya kebetulan bersamaan, yakni bulan purnama, pasang tertinggi, kemudian potensi rob,” terangnya.

Surabaya Punya Risiko Rob

Hafiizh mengatakan karakteristik Kota Surabaya, Jawa Timur, sebagai wilayah hilir pesisir membuat potensi banjir rob menjadi risiko yang perlu diantisipasi.

Risiko tersebut juga berkaitan dengan perkembangan kawasan perkotaan yang membuat area resapan air semakin terbatas.

“Sebagai daerah hilir pesisir, Surabaya tidak dapat menghindari potensi banjir rob sehingga perlu diantisipasi melalui pengelolaan drainase,” jelasnya.

Menurut Hafiizh, kawasan terbangun seperti perumahan, perkantoran hingga kawasan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) turut mengurangi area resapan air di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Drainase Jadi Bagian Mitigasi

Meski demikian, Pemerintah Kota Surabaya telah memiliki Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) sebagai salah satu upaya menangani persoalan drainase perkotaan.

Pengelolaan drainase menjadi bagian penting dalam menghadapi risiko genangan ketika terjadi hujan maupun kondisi pasang air laut tinggi.

Selain mengandalkan sistem drainase, masyarakat juga dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko dampak apabila rob terjadi.

Warga di kawasan yang berpotensi terdampak dapat mengamankan barang-barang dari lokasi yang rawan tergenang.

Masyarakat juga disarankan menyiapkan alternatif rute perjalanan apabila akses utama terdampak genangan.

Kesiapsiagaan Tetap Diperlukan

Menurut Hafiizh, langkah antisipasi tetap penting dilakukan meskipun pada akhirnya banjir rob tidak terjadi.

Kesiapan sejak awal dapat membantu masyarakat merespons lebih cepat apabila kondisi pasang berkembang menjadi genangan.

“Persiapan sejak awal dapat membantu meminimalkan risiko dan dampak apabila pasang berkembang menjadi banjir rob,” pungkasnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.