TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meminta agar Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditutup sementara waktu.

 Imbauan ini disampaikan menyusul munculnya fenomena Blue Fire di kawasan kawah yang dinilai berpotensi mengandung gas beracun dan membahayakan keselamatan wisatawan.

Pemerintah daerah menilai langkah antisipatif perlu diambil sebelum ada rekomendasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mengingat kondisi alam di sekitar kawah dapat berubah sewaktu-waktu.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama. Ia menyebut bahwa penutupan sementara merupakan langkah paling aman hingga ada kajian lebih lanjut dari pihak berwenang.

"Tentu saja saya mengimbau supaya ditutup, tapi tanya dulu koordinasi dengan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi)," kata Bupati kepada wartawan di Garut, Senin (28/9/2026).

Baca juga: Peringatan Penting PVMBG untuk Pendaki Gunung Papandayan yang Berburu Fenomena Blue Fire

Baca juga: Kemunculan Blue Fire di Gunung Papandayan Garut Jadi Perhatian Para Vulkanolog

Menurutnya, imbauan tersebut muncul setelah pemerintah daerah menerima laporan terkait kemunculan fenomena Blue Fire di kawasan kawah Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan, yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. 

 Apa bahaya yang dikhawatirkan dari fenomena Blue Fire? Fenomena Blue Fire di kawasan kawah Gunung Papandayan tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga menyimpan potensi risiko.

Bupati Garut menyebut adanya kemungkinan keluarnya gas beracun dari aktivitas di area tersebut.

"Bahkan fenomena itu, kata dia, dikabarkan berpotensi menimbulkan gas beracun yang bisa membahayakan manusia apabila berada di sekitarnya," demikian penjelasan yang disampaikan.

Ia menambahkan bahwa potensi bahaya tersebut tidak boleh diabaikan, terutama jika kawasan masih terbuka untuk aktivitas wisata tanpa pengawasan ketat.

"Ya, kan ada, yang saya tahu itu berpotensi racun," katanya lagi. 

 Apa langkah pemerintah daerah terhadap risiko ini? Pemerintah Kabupaten Garut menilai perlu adanya pembatasan akses sementara di area kawah.

Hal ini dilakukan untuk mencegah wisatawan mendekati titik berbahaya sebelum adanya rekomendasi resmi dari otoritas geologi.

Bupati menegaskan bahwa jika tidak dilakukan pembatasan, pemerintah daerah justru dapat disalahkan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Itu bahaya, kalau ada apa-apa kita ditegur," katanya pula.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan pemberlakuan peringatan dini di kawasan tersebut sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Bagaimana kondisi terbaru kawasan Papandayan? Sebelumnya, Manager Operasional TWA Gunung Papandayan, Amin Kaban, menjelaskan bahwa fenomena Blue Fire muncul di kawasan jalur pendakian sejak 23 September 2026.

Area tersebut kemudian ditutup sementara untuk wisatawan sebagai langkah pengamanan.

Namun demikian, pengunjung masih diperbolehkan menikmati panorama Gunung Papandayan dari zona aman yang berada di area parkir.

Menurut Amin, fenomena Blue Fire tersebut tidak lagi terlihat secara kasat mata setelah beberapa hari kemunculannya.

Pada hari pertama, fenomena itu terlihat cukup jelas, kemudian melemah pada hari-hari berikutnya hingga akhirnya tidak tampak lagi.

Meski fenomena Blue Fire telah mereda, pengelola TWA Gunung Papandayan belum memutuskan pembukaan kembali jalur pendakian di area tersebut. Pihak pengelola masih menunggu rekomendasi resmi dari Badan Geologi untuk memastikan keamanan kawasan.

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2026/09/29/064000178/papandayan-muncul-blue-fire-bupati-garut-minta-kawasan-ditutup-sementara?page=all#page2

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.