TRIBUN-MEDAN.COM,- Bagi Anda yang mendadak flu, batuk, dan juga demam tinggi, bisa jadi itu tanda-tanda Influenza A.

Gejala lain yang muncul ketika tubuh sudah terserang Influenza A adalah nyeri otot dan sendi yang sangat luar biasa.

Kepala akan terasa sangat sakit, hingga menyebabkan lemas dan sulit bangkit.

Baca juga: Obat Oseltamivir Diburu, Benarkah Jadi Obat Influenza A?

Bila tanda-tanda ini sudah muncul pada tubuh Anda, maka segera lakukan penanganan yang cepat.

Jangan sampai Influenza A ini menyebar ke orang lain.

DR dr Fathiyah Isbaniah Sp P(K), FIRS, dokter spesialis paru dan pernapasan (pulmonologi) mengatakan, bahwa penyebaran virus ini berasal dari droplet atau percikan air liur dari orang yang infeksi.

DEMAM TINGGI- Ilustrasi seorang wanita yang sedang mengalami demam tinggi akibat terserang flu berat. Saat ini, Influenza A sedang merebak dimana-mana.
DEMAM TINGGI- Ilustrasi seorang wanita yang sedang mengalami demam tinggi akibat terserang flu berat. Saat ini, Influenza A sedang merebak dimana-mana. (Pinterest/Carmen Mintoff)

Baca juga: Perbedaan Influenza A dengan Masuk Angin yang Tidak Boleh Dianggap Remeh

Virus ini menyebar ketika bersin, batuk atau berbicara.

Oleh karena itu, ketika tubuh sudah merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas, lakukan penanganan dengan melakukan isolasi mandiri.

Panduan perawatan mandiri Influenza A di rumah

Bagi Anda yang mulai merasakan gejala seperti disebutkan di atas, Anda bisa melakukan perawatan mandiri Influenza A di rumah.

Baca juga: Gejala Influenza A saat Menyerang Tubuh, Apakah Seperti Flu Biasa?

Ini penting dilakukan, agar Anda kembali sehat, dan tentunya tidak menular pada orang lain.

Ada lima hal yang perlu Anda lakukan saat melakukan isolasi.

Berikut tahapannya agar lebih mudah dipahami.

Istirahat total

Bagi Anda yang terserang Influenza A, ambil waktu untuk istirahat total.

Baca juga: Super Flu, Apakah Sama dengan Influenza A? Begini Penjelasan Ahli

Berdasarkan pedoman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pasien yang terinfeksi flu disarankan untuk tetap tinggal di rumah dan melakukan isolasi mandiri setidaknya selama 24 jam setelah demam mereda tanpa bantuan obat penurun panas.

Kemudian, lakukan pembatasan kontak fisik dengan siapapun, termasuk keluarga.

Ini penting, agar keluarga di rumah juga tidak terpapar virus serupa.

Ilustrasi demam
Ilustrasi demam (thinkstock)

Baca juga: Gejala Influenza A, Virus yang Menyebar saat Bersin, Batuk atau Bicara, Situasi Terkini di Indonesia

Jaga cairan tubuh

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan literatur dari CIDRAP (Center for Infectious Disease Research and Policy) menyarankan bagi penderta Influenza A untuk menjaga cairan tubuh.

Penderitanya disarankan untuk memperbanyak mengonsumsi air mineral hangat dan cairan elektrolit.

Ini penting, agar tubuh tetap terhidrasi selama Anda melakukan perawatan.

Baca juga: Kenapa Sering Mimpi Aneh saat Demam? Ini Penjelasan Medisnya

Dengan konsumsi air mineral yang cukup, kinerja metabolisme tubuh diharap kembali pulih.

Perawatan yang Tepat

Berdasarkan standar tata laksana medis (termasuk referensi klinis dari Northwestern Medicine), gejala demam dan nyeri tubuh dapat diatasi menggunakan obat pereda panas dan nyeri yang dijual bebas, seperti Paracetamol atau Ibuprofen, dengan tetap mematuhi aturan pakai pada kemasan.

Baca juga: Waspadai Virus Oropouche, Gejalanya Mirip Demam Berdarah dan Bisa Memicu Kematian

Perlu diingat, Anda wajib menanyakan informasi obat yang akan digunakan.

Anda tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat.

Ada baiknya obat yang akan dikonsumsi berdasarkan anjuran dokter atau apoteker.

Berdasarkan literatur kesehatan anak, pemberian aspirin dilarang keras bagi anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.

DEMAM TINGGI- Ilustrasi seseorang yang mengalami demam tinggi karena dampak cuaca buruk.
DEMAM TINGGI- Ilustrasi seseorang yang mengalami demam tinggi karena dampak cuaca buruk. (Pinterest/hahnemann)

Baca juga: Apa Itu Demam Babi Afrika? Apakah Bahaya Bagi Manusia? Simak Penularannya

Penggunaan aspirin pada usia tersebut berisiko memicu Reye's Syndrome, yaitu kondisi langka namun sangat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan otak.

Ada baiknya bagi orang dewasa yang merasakan sakit pada bagian tenggorokan untuk mengomsumsi madu yang dicampur dengan air hangat.

Konsumsi obat antivirus

Merujuk pada panduan CDC, obat antivirus seperti Oseltamivir (lebih dikenal dengan merek dagang Tamiflu) merupakan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Berdasarkan literatur klinis, obat antivirus ini bekerja paling efektif jika mulai dikonsumsi dalam waktu 2 hari (48 jam) pertama sejak gejala awal flu muncul untuk memperpendek durasi sakit dan mencegah komplikasi serius.

Tapi sekali lagi, penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan mengonsumsi obat.

Segera ke rumah sakit jika situasi memburuk

Imbauan terakhir ini sangat penting diketahui masyarakat.

Jika situasi sudah tidak baik-baik saja, maka segera pergi ke rumah sakit.

Ada beberapa tanda-tanda bahaya yang mesti diketahui, yakni:

  • Mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas yang parah.
  • Muncul rasa nyeri atau tertekan yang konstan di area dada atau perut.
  • Mengalami kebingungan mendadak, disorientasi, atau kesulitan untuk bangun dan berinteraksi.
  • Bibir, kuku, atau wajah tampak kebiruan (sianosis), yang menandakan rendahnya kadar oksigen dalam darah.

Jangan anggap sepele gejala yang muncul.

Lebih baik mencegah sejak dini dari pada situasinya semakin gawat.

Ingat, jangan sampai kondisi kesehatan Anda menurun drastis dan menulari orang lain.(ray/tribun-medan.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.