TRIBUNJOGJA.COM – Talas menjadi salah satu makanan yang cukup mudah untuk ditemui dan diolah menjadi berbagai jenis olahan makanan.
Mulai dari talas kukus, kripik, hingga ke aneka kue talas.
Tetapi, pernahkan merasakan mulut, lidah atau tenggorokan terasa gatal setelah mengonsumsi talas?
Biasanya, sensasi ini ternyata bukan sekadar karena talas memiliki tekstur atau rasa tertentu.
Melainkan talas mentah atau yang belum dimasak dengan benar dapat mengandung Kristal kalsium oksalat yang berbentuk jarum dan dapat menimbulkan iritasi pada mulut.
Menurut Journal Plant Direct ‘Taro raphide‐associated proteins: Allergens and crystal growth’, yang menjelaskan bahwa kristal kalsium oksalat berbentuk jarum atau disebut raphides yang ditemukan pada tanaman talas atau Colocasia esculenta.
Kristal tersebut diduga menjadi salah satu penyebab munculnya rasa gatal dan nyeri ketika talas mentah atau kurang matang yang langsung dikonsumsi.
Adanya rasa gatal atau perih setelah mengonsumsi talas mentah biasanya berkaitan dengan kondisi yang disebut acriditas.
Yaitu sensasi tajam atau mengiritasi pada mulut dan jaringan tubuh.
Menurut penelitian mengenai talas yang diterbitkan di Plant Direct, bawah kristal kalsium oksalat memiliki bentuk jarum yang dapat menimbulkan iritasi ketika jaringan talas dimakan dalam kondisi mentah atau belum matang sempurna.
Kristal ini memiliki bentuk yang sangat kecil dan tajam sehingga dapat mengganggu jaringan yang ada di mulut.
Menurut penelitian Frontiers in Plant Science sendiri juga menjelaskan bahwa konsumen dapat mengalami rasa gatal dan iritasi setelah mengonsumsi produk berbahan dasar talas.
Baca juga: Penyebab Lidah Terasa Gatal Setelah Makan Buah Nanas, Ini Penjelasannya
Kondisi ini disebabkan karena memiliki keterkaitan dengan pelepasan kristal kalsium oksalat yang kemudian bersentuhan dengan jaringan tubuh.
Maka dari itu talas tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam keadaan mentah.
Penelitian lain yang juga membahas mengenai kandungan oksalat pada talas, yang menunjukkan bahwa proses pengolahan seperti perendaman dan perebusan juga dapat membantu mengurangi adanya senyawa oksalat yang kemudian larut kedalam air.
Serta perebusan talas juga dapat membantu mengurangi rasa tajam atau iritasi yang muncul dari talas.
Proses lain seperti mengupas, merendam, dan memasak termasuk juga kedalam metode untuk mengurangi faktor penyebab adanya rasa gatal yang di timbulkan talas.
Tetapi, dengan melakukan berbagai step pengolahan bukan berarti seluruh kandungan oksalat akan langsung hilang.
Penelitian lain yang membahas mengenai talas menunjukkan bahwa pemanasan dalam waktu tertentu dapat mengurangi jumlah, ukuran, dan ketajaman dari kristal kalsium oksalat sehingga efek iritasinya berkurang.
Tetapi tidak selalu talas dapat menyebabkan gatal, karena tingkatan rasa gatal atau iritasi pada talas dapat bermacam-macam.
Penelitian mengenai beberapa varietas talas di Vietnam, menemukan adanya perbedaan dalam kandungan oksalat antarvarietas.
Yaitu beberapa varietas diketahui memiliki tingkat rasa gatal yang lebih rendah ketika ditangani atau dikonsumsi.
Selain dari perbedaan jenis talas, cara pengolahan juga dapat mempengaruhi rasa yang dihasilkan.
Seperti, talas yang dimasak dengan baik umumnya akan lebih aman dan nyaman untuk dikonsumsi dibandingkan dengan talas mentah atau yang belum matang dengan sempurna.
Baca juga: Suka Konsumsi Buah Semangka? Ini 7 Manfaatnya untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui
Tetapi, perlu diingat jika setelah mengonsumsi talas muncul rasa gatal atau perih ringan, hal tersebut dapat berkaitan dengan iritasi akibat kristal kalsium oksalat.
Dan sebaliknya, jika gejala lebih berat seperti muncul pembengkakan pada mulut atau tenggorokan, kesulitan bernapas, atau keluhan berat lainnya, sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis.
Artinya, rasa gatal setelah makan talas memang memiliki penjelasan ilmiah, seperti kristal kalsium oksalat pada talas dapat menjadi penyebab munculnya sensai tersebut, terutama apabila talas masih mentah atau belum matang dengan sempurna.
Talas tetap dapat dikonsumi sebagai bahan pangan, tetapi tetap diperhatikan pengolahan sebelum talas disajikan dan dimakan.
(MG Annissa Fitriyani)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.