Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite dan Biosolar.

Tambahan kuota tersebut berdasarkan perhitungan prognosa dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Atik Sudarmi, mengatakan penambahan kuota BBM perlu dilakukan lantaran tingginya konsumsi Pertalite dan Biosolar.

Sebagai daerah tujuan pariwisata, permintaan dan konsumsi BBM akan meningkat tajam, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Untuk itu, diperlukan langkah antisipatif guna memastikan kelancaran distribusi BBM, baik Biosolar maupun Pertalite.

“Ada beberapa pertimbangan utama mengapa Pemda DIY perlu mengusulkan tambahan kuota JBT (Biosolar) dan JBKP (Pertalite). DIY merupakan daerah tujuan pariwisata yang selalu menunjukkan tren peningkatan kunjungan wisatawan menjelang akhir tahun. Diperkirakan akan terjadi lonjakan permintaan dan konsumsi BBM yang signifikan pada saat menjelang liburan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027,” katanya, Kamis (1/10/2026).   

“Langkah antisipatif ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kekurangan pasokan dan kelangkaan BBM, baik Biosolar maupun Pertalite di wilayah DIY menjelang akhir tahun 2026,” sambungnya. 

Atik mengungkapkan ada perbedaan kondisi antara tahun 2025 dan 2026.

Pada tahun 2025 lalu, realisasi penyaluran Pertalite sebesar 519.900 KL dari alokasi kuota 554.870 KL. 

Sementara untuk Biosolar, realisasinya sebesar 178.006 KL dari alokasi kuota 179.914 KL.

Sementara berdasarkan prognosa dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, konsumsi Pertalite diperkirakan mencapai 104,57 persen dari kuota. Usulan tambahan Pertalite yang dibutuhkan adalah sekitar 23.835 KL.

Angka tersebut merupakan selisih prognosa akhir tahun yaitu 545.455 KL dan kuota yang tersedia 521.620 KL.

Sedangkan konsumsi Biosolar diperkirakan mencapai 105,08 persen. Usulan Biosolar tambahan yang dibutuhkan adalah sekitar 9.157 KL.

Angka tersebut merupakan selisih prognosa akhir tahun yaitu 189.438 KL dan kuota yang tersedia 180.281 KL.

“Artinya, pada tahun lalu konsumsi keduanya masih di bawah batas aman kuota. Untuk tahun 2026 ini, konsumsi masyarakat diproyeksikan meningkat tajam hingga melampaui batas kuota yang ditetapkan,” ungkapnya.

Baca juga: Kepala Yayasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Bantah Ada Penelantaran

Diajukan Seluruh Kabupaten/Kota

Ia menerangkan usulan penambahan kuota Pertalite dan Biosolar diajukan oleh seluruh kabupaten/kota di DIY.

Namun, proyeksi kebutuhan tambahan Pertalite tertinggi dialokasikan ke Kabupaten Bantul, yakni sekitar 6.377 KL.

Sedangkan proyeksi kebutuhan tambahan Biosolar tertinggi dialokasikan ke Kabupaten Sleman, yakni 3.059 KL.

Kendati demikian, tambahan alokasi kuota yang diusulkan tersebut nantinya akan ditentukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Sehingga, angka-angka tersebut masih dinamis berdasarkan hasil evaluasi dan verifikasi realisasi penyaluran BBM. 

“Namun, sekali lagi pada akhirnya yang menentukan besaran tambahan alokasi kuota adalah BPH Migas berdasarkan hasil evaluasi dan verifikasi realisasi penyaluran yang dilakukan oleh Badan Usaha Penugasan (Pertamina),” imbuhnya. (*)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.