Pembangunan harus tetap berjalan dengan menghormati keberlanjutan sumber daya air, keandalan listrik, dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi
Jakarta (ANTARA) - Institute for Essential Services Reform (IESR) mendukung keputusan Gubernur Jawa Barat menghentikan sementara pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Center di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
"Pembangunan harus tetap berjalan dengan menghormati keberlanjutan sumber daya air, keandalan listrik, dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi," kata Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, proyek dengan kebutuhan air dan listrik sebesar ini tidak semestinya dibangun sebelum izin lingkungan dan bangunannya lengkap, dan sebelum dampaknya diketahui publik.
Febby mengatakan bahwa pihaknya mendukung langkah Pemprov Jawa Barat, yang menghentikan sementara proyek pembangunan data center tersebut karena adanya perizinan yang belum dipenuhi.
"Kami menghargai ketegasan Gubernur Jawa Barat (dalam penghentian pembangunan proyek data center," ujarnya.
Diketahui bahwa Kampus AI Campus 2 (CGK4) milik BDx direncanakan berkapasitas 640 megawatt (MW) dan berjarak sekitar lima kilometer dari Waduk Jatiluhur. Peletakan batu pertama dilakukan pada 22 September 2026.
Enam hari kemudian, usai inspeksi mendadak Gubernur pada 28 September 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan pekerjaan konstruksi karena Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum diterbitkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Menurut dia, proyek ini menuntut kehati-hatian, karena kebutuhan air pada tahap pengembangan berikutnya diperkirakan mencapai 384 liter per detik, setara sekitar 33 ribu meter kubik per hari atau lebih dari 12 juta meter kubik per tahun, yang bersumber dari Waduk Jatiluhur yang merupakan tulang punggung irigasi sawah di lumbung padi Jawa Barat.
"Beban 640 MW, bila beroperasi penuh sepanjang tahun, setara dengan konsumsi listrik hingga sekitar 5,6 terawatt-jam (TWh) per tahun," katanya menambahkan.