Jakarta (ANTARA) - Relawan Pejuang Negeri Maju (PENEMU) mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan menguasai teknologi digital untuk mendukung pembelajaran di kelas.


Dorongan tersebut diwujudkan melalui pelatihan bersama guru-guru Jakarta Selatan dengan kegiatan bertema “Peningkatan Kompetensi Teknologi Digital GTK untuk Pembelajaran di Kelas” yang digelar di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Jakarta, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.


"Guru perlu mendapatkan ruang untuk meningkatkan kompetensi agar pemanfaatan teknologi dapat diterapkan secara relevan di ruang kelas," kata Sekjen PENEMU Randy Dwi Bastian di Jakarta, Jumat.


Randy mengatakan peningkatan kemampuan teknologi digital menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan pembelajaran saat ini.


Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi Kejar Cita bersama Kementerian Pendidikan.






Pemanfaatan teknologi dan inovasi diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang adaptif.


Kemudian, pelatihan juga diharapkan dapat membantu guru menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.


Dengan peningkatan kompetensi teknologi digital, guru diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai inovasi untuk mendukung pembelajaran di kelas.


"Kolaborasi itu diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi," katanya.


Sementara itu, Ketua Umum PENEMU Sinda Sutadisastra menilai kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.






Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita.


“Kejar Cita berkomitmen membantu menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ucap Sinda Sutadisastra.


Pelatihan guru di Jakarta Selatan juga menjadi bentuk partisipasi dalam Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB).


PSPB menjadi wadah kolaborasi nasional yang membuka ruang partisipasi berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.


Pihak yang dapat terlibat mencakup dunia usaha, dunia industri, filantropi, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, media, dan mitra pembangunan.


Kolaborasi tersebut diarahkan agar kontribusi berbagai pihak dapat dilakukan secara lebih terarah, transparan, dan berdampak.






Melalui kegiatan ini, lanjut Sinda Sutadisastra, PENEMU bersama Kejar Cita turut mendukung Kementerian Pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.


Pelatihan dilaksanakan di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, dengan tema "Peningkatan Kompetensi Teknologi Digital GTK untuk Pembelajaran di Kelas."


Sebanyak 150 guru dari 150 sekolah di Jakarta Selatan mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas 75 guru sekolah dasar (SD) dan 75 guru sekolah menengah pertama (SMP).