Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka beragam pada perdagangan saham Jumat, (2/10/2026).Pergerakan bursa saham Asia itu terjadi di tengah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) melemah setelah melonjak ke level tertinggi.
Mengutip CNBC, Jumat pekan ini, indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,06% setelah mencatat kenaikan tajam pada Kamis pekan ini. Indeks Kospi di Korea Selatan melemah 0,33%. Indeks ASX 200 di Australia menguat 0,36%.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun sebelum akhirnya turun kembali. Imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun melonjak hingga 5,344%, level tertinggi sejak tahun 2002. Imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun juga mencapai level tertinggi dalam 24 tahun terakhir.
Harga minyak juga naik setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa AS mengirimkan kelompok tempur kapal induk ketiga ke Timur Tengah. Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik lebih dari 4% untuk ditutup pada level US$ 102,31 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,7% dan menetap di harga US$ 92,87 per barel.
Laporan nonfarm payrolls September akan menjadi sorotan pada Jumat. Konsensus Dow Jones memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 84.000 dan tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%.
Laporan ini muncul di tengah upaya para pelaku pasar menilai kembali langkah selanjutnya dari Federal Reserve. Perdagangan kontrak berjangka fed funds mengindikasikan adanya kemungkinan sebesar 72% bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada Oktober.

"Mengingat narasi saat ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil, laporan lapangan kerja yang kuat saja kemungkinan tidak akan mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga pada Oktober,” ujar Ekonom di Natixis CIB Americas, Christopher Hodge.
Hodge memperkirakan adanya pertumbuhan di sektor manufaktur dan konstruksi seiring dengan pembangunan pusat data. "Kami memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja akan melambat dari laju pesat pada bulan Agustus, namun tetap mencatatkan kenaikan yang solid. Kami memproyeksikan penambahan lapangan kerja sebesar 60 ribu; jika terealisasi, angka ini akan menjadikan rata-rata pergerakan tiga bulan kenaikan lapangan kerja berada di level 81 ribu," ujar Hodge.
Sementara itu, di wall street, Dow dan Nasdaq Composite mengakhiri sesi dengan kenaikan tipis. S&P 500 mencatat kenaikan 0,2% untuk menutup hari perdagangan pertama Oktober. Ketiga indeks tersebut berada di jalur penurunan mingguan, dengan Dow turun 1,7% selama periode tersebut.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.