Mulai dari pergantian Kapolda Sumbar, PNS digerebek polisi  di Dharmasraya, hingga longsor setinggi 4 meter tutupi jalan di Salareh Aia Agam. 

1. Baru dinas 3 bulan, Kapolda Sumbar berganti

Kursi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar) kembali berganti. 

Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy yang baru sekitar tiga bulan memimpin Polda Sumbar dimutasi, dan posisi tersebut kini diisi Irjen Pol Jawari.

Pergantian Kapolda Sumbar itu tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/IX/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. 

Surat tersebut menjadi bagian dari rangkaian rotasi sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri.

Baca juga: Baru 3 Bulan Jabat Kapolda Sumbar, Djati Wiyoto Dimutasi, Kini Ditarik ke Mabes Polri

Dalam telegram itu, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. dengan NRP 69080354 dimutasi dari jabatan Kapolda Sumbar.

Ia selanjutnya ditempatkan sebagai Perwira Tinggi (Pati) Baintelkam Polri dengan penugasan pada Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).

Posisi Kapolda Sumbar kemudian dipercayakan kepada Irjen Pol Drs. Jawari, S.H., M.H. yang sebelumnya tercatat menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri).

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, membenarkan adanya pergantian tersebut.

"Iya, sudah diganti bapak kapolda, surat telegramnya sudah keluar," ucap Susmelawati saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Sabtu (3/10/2026).

Susmelawati juga membenarkan bahwa Djati Wiyoto baru sekitar tiga bulan menjalankan tugas sebagai Kapolda Sumbar.

"Iya, baru sekitar tiga bulan menjabat. Untuk penggantinya bapak Irjen Pol. Jawari, beliau dulunya menjabat Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia," tuturnya.

Selengkapnya KLIK DI SINI

2. PNS Digerebek Polisi di Dharmasraya

Satresnarkoba Polres Dharmasraya menggerebek seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Penggerebekan tersebut berlangsung pada Jumat (2/10/2026) tengah malam sekitar pukul 00.45 WIB. 

Penangkapan terjadi di Jorong Sungai Sonsang, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Terduga pelaku yang diamankan diketahui berinisial FR (40). Pria tersebut merupakan warga Kota Padang yang tengah berada di wilayah Dharmasraya.

Baca juga: Meski Diguyur Hujan dan Nihil Titik Api, Dharmasraya Masih Diselimuti Asap Kiriman

Penggerebekan yang dipimpin jajaran Satresnarkoba ini mempertegas komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran gelap barang haram di wilayah hukum Polres Dharmasraya tanpa pandang bulu.

"Penggeledahan tersebut disaksikan oleh Kepala Jorong Sungai Sonsang, Rully Yuskal, serta Ketua Pemuda setempat, Erawadi," ujar Kasat Resnarkoba Polres Dharmasraya, AKP Azhamu Suwaril dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).

Selengkapnya KLIK DI SINI

3. Longsor 4 Meter Tutup Jalan Salareh Aia Agam,

Hujan lebat disertai angin kencang memicu longsor di Agam yang menimbun badan jalan utama di Labuah Sampik, Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (2/10/2026) pukul 20.30 WIB.

Terjangan material longsor di Agam berupa tanah, bebatuan, dan pohon sawit berukuran besar menutup ruas jalan sepanjang 20 meter dengan ketinggian mencapai 4 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan bahwa bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut berupa hujan lebat disertai angin kencang.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, hujan lebat yang turun secara terus-menerus memicu terjadinya longsor susulan di titik tersebut," ujar Abdul Ghafur saat dikonfirmasi, Sabtu (3/10/2026).

Baca juga: Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Jalan Padang Koto Gadang-Matur Agam Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Akibat terjangan longsor tersebut, material berupa tanah, bebatuan, serta pohon sawit berukuran besar tumpah dan menutupi badan jalan.

Berdasarkan asesmen awal di lapangan, material longsor tersebut menutup ruas jalan dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi tumpukan mencapai 4 meter.

"Akibatnya akses jalan di lokasi lumpuh total dan tidak dapat dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat," jelasnya.

Tak hanya menutup aksesibilitas warga, terjangan material longsor yang cukup masif juga berdampak pada jaringan utilitas publik di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, tercatat dua unit tiang listrik dilaporkan tumbang akibat terseret material longsor.

"Saat ini aliran listrik terputus, sehingga kawasan tersebut mengalami pemadaman total," ujarnya.

Kata Abdul Ghafur, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Agam, menerima informasi kejadian dari pemerintah kecamatan pada pukul 21.30 WIB di hari yang sama.

Selengkapnya KLIK DI SINI

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.