Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
TRIBUNFLORES.COM, TAMBOLAKA - Sejumlah rumah warga di Desa Pero Konda, Kecamatan Kodi, dan Desa Waikaninyu, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang melanda wilayah tersebut Minggu (4/10/2026) pagi.
Kerusakan yang terjadi antara lain teras rumah roboh dan dinding rumah retak.
Tampak sejumlah dinding rumah mengalami keretakan dan teras rumah roboh akibat gempa bumi tersebut.
Kepala Desa Waikaninyu, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Alfonsus R. Peka, yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (4/10/2026) pagi, membenarkan adanya sejumlah rumah warga yang rusak akibat gempa bumi.
Baca juga: Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya NTT, Dirasakan hingga Manggarai Barat
"Saat ini, kami masih melakukan pendataan sehingga belum bisa memberikan jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan di desa ini. Kami usahakan secepatnya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya, Stefanus Malo, yang dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (4/10/2026), mengatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan karena masih menunggu hasil pendataan jumlah rumah warga yang rusak.
"Pagi ini, saya telah memerintahkan semua staf turun ke lapangan untuk mendata seluruh kerusakan yang terjadi. Mudah-mudahan siang ini semua rumah warga yang rusak sudah terdata," ujarnya.
Sebelumnya, Gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026) pagi.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.55.52 WIB.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada koordinat 9,70 derajat Lintang Selatan dan 118,92 derajat Bujur Timur.
Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda.
BMKG mencatat guncangan mencapai skala V MMI di Sumba Barat, IV–V MMI di Manggarai Barat, IV MMI di Sumba Timur, serta III–IV MMI di Manggarai.
Skala V MMI berarti getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk dan barang-barang yang tergantung dapat bergoyang.
Sementara itu, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga informasi ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.