Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sakit kepala yang muncul tiba-tiba dan mencapai puncak nyeri sangat hebat dalam hitungan detik hingga menit tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai sakit kepala biasa.

Dokter Spesialis Neurologi (Saraf) Konsultan Nyeri dan Nyeri Kepala, dr. Iswandi Erwin, Sp.N., Subsp.NN(K), M.Ked, menyebut pola tersebut sebagai thunderclap headache, yakni sakit kepala yang muncul sangat mendadak dan mencapai puncak nyeri dalam waktu singkat.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian, terutama jika baru pertama kali dialami.

“Thunderclap headache atau nyeri kepala, kalau kita terjemahkan nyeri kepala halilintar, katanya,” ujar Iswandi dalam talkshow kesehatan virtual di akun Instagram Kementerian Kesehatan, Senin (5/10/2026).

Menurut Iswandi, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah apakah seseorang sebelumnya pernah mengalami pola sakit kepala serupa.

Jika sakit kepala sangat hebat tersebut baru pertama kali muncul atau merupakan new headache, masyarakat diminta tidak mengabaikannya.

Salah satu kondisi serius yang perlu disingkirkan adalah perdarahan subaraknoid, yang dapat terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak, termasuk karena aneurisma serebral.

“Jadi, kita harus pastikan pecahnya pembuluh darah otak yang kita sebut dari aneurisma serebral dan yang saya rasa sudah pernah dibahas dokter-dokter sebelumnya, itu mengakibatkan nyeri kepala yang sakit luar biasa dan tidak tertahankan, yang kita sebut dengan perdarahan subarachnoid,” jelasnya.

Karena itu, sakit kepala yang muncul mendadak dengan nyeri luar biasa perlu mendapat perhatian berbeda jika polanya tidak pernah dialami sebelumnya.

Baca juga: Tips dan Solusi Agar Anak Tidak Lagi Takut saat Periksa ke Dokter Gigi

Jangan Menunggu Sakit Kepala Mereda

Iswandi menyarankan masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami sakit kepala yang muncul tiba-tiba dalam hitungan menit dan terasa sangat berat, terutama bila baru pertama kali terjadi.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan tersebut merupakan sakit kepala primer atau justru gejala dari kondisi lain.

“Jika nyeri kepala berlangsung tiba-tiba dalam hitungan menit dan nyeri kepala yang berat sekali atau thunderclap headache dan misalnya baru pertama kali dialami, silakan periksa fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk diperiksa,” katanya.

Sebagian besar sakit kepala memang termasuk sakit kepala primer, seperti migrain, sakit kepala tegang, dan sakit kepala klaster.

Namun, sakit kepala yang muncul sangat mendadak dan berat perlu dibedakan karena dapat berkaitan dengan kondisi sekunder yang membutuhkan penanganan.

Perhatikan Gejala yang Menyertai

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan jika sakit kepala mendadak disertai gejala lain.

Beberapa tanda bahaya yang perlu diperhatikan antara lain kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kejang, demam, atau muntah proyektil.

Sakit kepala yang semakin lama semakin berat juga perlu diperiksa, terutama jika berbeda dari pola sakit kepala yang biasanya dialami.

Untuk mencari penyebabnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sesuai kondisi pasien.

Pada kasus tertentu, pemeriksaan seperti CT scan atau MRI dapat digunakan untuk membantu mengetahui penyebab sakit kepala.

Dengan demikian, sakit kepala yang tiba-tiba muncul dan terasa sangat hebat, terutama jika baru pertama kali terjadi, sebaiknya tidak hanya ditunggu hingga mereda.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.