Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Roma vs Madrid pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026-27 akan mempertemukan dua tim dengan ambisi besar di Eropa. Duel di Stadio Olimpico, Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 02.00 WIB, juga menjadi momen reuni bagi Jose Mourinho yang kini menangani Real Madrid setelah pernah melatih AS Roma.
Madrid datang dengan bekal kemenangan atas Inter Milan pada laga pertama. Namun, performa mereka belum sepenuhnya meyakinkan setelah kesulitan mengendalikan permainan dan memberi lawan sejumlah peluang berbahaya.
Di sisi lain, Roma bertekad memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk meraih kemenangan pertama di kompetisi ini. Tim asuhan Gian Piero Gasperini memiliki modal positif dari awal musim di Serie A, tetapi mereka harus menghadapi lawan yang punya rekam jejak kuat saat bertemu klub-klub Italia.

Roma memulai musim Serie A dengan empat kemenangan beruntun sebelum bermain imbang melawan Como dan Inter. Hasil imbang tanpa gol kontra Como pada laga terakhir membuat mereka tetap berada di peringkat ketiga, hanya terpaut dua poin dari Inter dan Lazio.
Madrid juga belum tampil konsisten di kompetisi domestik. Setelah mengawali La Liga dengan tiga kemenangan, mereka menelan kekalahan dari Real Betis dan Atletico Madrid sebelum bangkit dengan kemenangan 1-0 atas Villarreal.
Kemenangan atas Inter pada matchday pertama menjadi modal penting bagi Madrid. Kylian Mbappe dan Federico Valverde mencetak gol dalam pertandingan tersebut, tetapi tim asuhan Mourinho tetap harus memperbaiki koordinasi pertahanan agar tidak memberikan terlalu banyak ruang kepada Roma.

Roma diperkirakan mengandalkan permainan kolektif di bawah arahan Gasperini. Mereka perlu menjaga intensitas tekanan sekaligus memanfaatkan lebar lapangan untuk menciptakan peluang, terutama jika Madrid memilih bermain lebih sabar dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Madrid memiliki keunggulan dari sisi kualitas individu. Mbappe dapat menjadi ancaman utama di lini depan, sementara Valverde berpotensi membantu transisi permainan dan memberikan dukungan dari lini kedua.
Mourinho juga memahami karakter Roma karena pernah menangani klub tersebut pada 2021 hingga 2024. Pengalaman itu bisa membantu Madrid membaca pendekatan tuan rumah, tapi Gasperini memiliki sistem permainan berbeda yang menuntut pergerakan agresif dan tekanan tinggi.

Madrid unggul dalam catatan pertemuan dengan Roma. Dari 12 pertandingan sebelumnya, Los Blancos meraih delapan kemenangan, sedangkan Roma menang tiga kali dan satu laga lainnya berakhir tanpa kemenangan bagi kedua tim.
Madrid juga memenangi empat pertemuan terakhir tanpa kebobolan. Selain itu, mereka mencatat 20 kemenangan dalam 22 pertandingan terakhir melawan klub Italia, termasuk kemenangan atas Inter pada bulan sebelumnya.
Roma tetap memiliki peluang memanfaatkan atmosfer Stadio Olimpico. Namun, ketajaman lini serang Madrid membuat tim tamu lebih layak diunggulkan dalam pertandingan ini.
Prediksi skor: Roma 1-2 Madrid.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.