TRIBUNNEWS.COM - Paris Saint-Germain (PSG) tampil perkasa saat menghadapi Manchester City dalam lanjutan Liga Champions, Kamis (15/10/2026).
Meski Erling Haaland kembali mencatatkan rekor gol bersejarah, pencapaian striker asal Norwegia itu tidak cukup untuk menyelamatkan The Citizens dari kekalahan telak 2-4.
Tim asuhan Luis Enrique tersebut mencetak tiga gol pada babak pertama melalui Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha.
Keunggulan itu membuat Manchester City yang disaksikan Pep Guardiola dari tribun Etihad Stadium, berada dalam tekanan besar saat memasuki ruang ganti.
Manchester City sempat memberikan perlawanan pada babak kedua dengan dua gol dari Haaland, tetapi PSG kembali menjauh setelah Maghnes Akliouche memanfaatkan kesalahan Gianluigi Donnarumma.
Berkat kemenangan ini, PSG untuk sementara menguasai puncak klasemen dengan enam poin, seperti milik Barcelona hingga Arsenal.
PSG unggul dalam hal produktifitas gol sehingga berkat untuk memuncaki klasemen Liga Champions fase liga.
Sementara itu, Manchester City tertahan di posisi ke-17 dengan tiga poin. Mereka bahkan berada di bawah rival sekota, Man United yang saat ini di posisi ke-13.
Di tengah hasil mengecewakan Manchester City, Haaland tetap mencatatkan pencapaian istimewa di Liga Champions.
Berdasarkan statistik dari Squawka, Haaland telah mengoleksi 38 gol Liga Champions bersama Manchester City.
Catatan itu membuatnya melewati Sergio Aguero, yang mencetak 36 gol di kompetisi tersebut bersama klub Inggris itu.
Haaland juga menjadi pemain kedua dengan gol Liga Champions terbanyak untuk klub Inggris pada era kompetisi tersebut, hanya di bawah Mohamed Salah yang memiliki 46 gol.
Tak hanya itu, Haaland mencatatkan rekor sebagai pemain yang paling cepat mencapai 60 gol di Liga Champions.
Ia hanya membutuhkan 60 pertandingan untuk mencapai jumlah tersebut, sedangkan Lionel Messi memerlukan 80 pertandingan.
Pencapaian itu menegaskan ketajaman Haaland di panggung Eropa. Namun, dua golnya dalam pertandingan melawan PSG tidak cukup untuk menutupi rapuhnya pertahanan Manchester City.
Bagi PSG, kemenangan ini menjadi bukti efektivitas serangan mereka dalam memanfaatkan peluang.
Sementara itu, Manchester City harus mengevaluasi penampilan lini belakang setelah kebobolan empat gol, meski Haaland kembali menunjukkan ketajamannya di kompetisi elite Eropa.
Baca juga: Sorotan Manchester City vs PSG - Menit Main Ousmane Dembele Memicu Perdebatan
PSG langsung mengambil inisiatif serangan sejak pertandingan dimulai.
Manchester City sebenarnya sempat mendapatkan peluang melalui Antoine Semenyo pada menit ke-12, tetapi upayanya dari jarak dekat masih melambung di atas mistar gawang.
Satu menit kemudian, PSG membuka keunggulan. Desire Doue menerima umpan Fabian Ruiz di dekat tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut kiri bawah gawang Manchester City. Gol tersebut membawa PSG unggul 1-0.
Tekanan PSG berlanjut. Pada menit ke-15, Doue kembali berperan penting melalui umpan silang yang disambut Ousmane Dembele dengan sundulan dari jarak dekat.
Gianluigi Donnarumma gagal menghentikan bola sehingga PSG memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Hanya ada jarak 99 detik antara gol pertama PSG dan yang kedua, menunjukkan kelengahan yang dialami Man City.
Manchester City berusaha merespons, tetapi sejumlah peluang mereka belum membuahkan hasil.
PSG justru kembali mencetak gol pada menit ke-32. Vitinha memanfaatkan umpan Warren Zaire-Emery di dalam kotak penalti, lalu menyelesaikannya dengan tembakan terarah ke sisi kanan gawang.
Josko Gvardiol sempat mengancam PSG melalui sundulan setelah menerima sepak pojok Enzo Fernandez pada menit ke-41. Namun, bola masih melebar dari sasaran.
Skor 3-0 bertahan hingga turun minum. Hasil tersebut menjadi situasi yang sangat sulit bagi Manchester City.
Uuntuk pertama kalinya sejak Januari 2012 tertinggal tiga gol pada babak pertama dalam pertandingan kandang, menurut Opta.
Memasuki babak kedua, pelatih Manchester City melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Matheus Nunes, Ayyoub Bouaddi, dan Iliman Ndiaye masuk untuk menggantikan Ruben Dias, Jeremy Doku, serta Rayan Cherki.
Perubahan tersebut membantu Manchester City meningkatkan tekanan. Pada menit ke-52, Ndiaye memperoleh peluang bagus, tetapi tembakannya berhasil ditepis Matvey Safonov.
Semenit kemudian, Manchester City akhirnya mencetak gol. Umpan lambung Ndiaye disambut Haaland dengan penyelesaian jarak dekat yang mengarah ke sudut kanan atas gawang.
Gol itu mengubah skor menjadi 1-3 sekaligus menambah catatan bersejarah penyerang Norwegia tersebut di Liga Champions.
Itu jadi gol ke-37 Haaland untuk Manchester City di Liga Champions, membuat dirinya melewati catatan gol Sergio Aguero.
Namun, PSG tidak membiarkan lawannya mengembangkan momentum. Pada menit ke-62, Maghnes Akliouche mencetak gol keempat PSG setelah menerima umpan matang.
Tembakannya sebenarnya tidak terlalu sempurna, tetapi kesalahan penjaga gawang membuat bola tetap masuk ke gawang Manchester City.
Manchester City terus berusaha mengejar ketertinggalan. Enzo Fernandez melepaskan tembakan keras, namun sayang membentur mistar gawang.
Tak berselang lama, Haaland sempat mendapatkan peluang melalui sundulan pada menit ke-74, tetapi bola membentur mistar gawang.
Satu menit kemudian, Haaland akhirnya mencatatkan namanya kembali di papan skor, yang tercatat sebagai gol ke-38 nya bersama Man City di Liga Champions.
Ia memanfaatkan umpan Ayyoub Bouaddi di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan ke sudut kiri bawah gawang untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-4.
Beberapa menit kemudian, Haaland nyaris mencetak hattick. Namun kiper PSG Matvey Safonov melakukan penyelamatan gemilang.
Sampai peluit akhir berbunyi, skor 2-4 bertahan untuk kemenangan PSG di kandang Manchester City.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.