Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sekitar 100 anak dilaporkan mengalami keracunan atau gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kalijaga, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Mereka berasal dari  SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga Permai, serta TK Teratai dan TK Bina Bangsa di Kecamatan Harjamukti.

Pantauan Tribun di depan IGD RS Siloam Putra Bahagia Cirebon sekitar pukul 17.00 WIB memperlihatkan sejumlah warga berdatangan dengan membawa anak-anak mereka.

Area depan IGD tampak ramai oleh orang tua, petugas medis, dan aparat kepolisian.

Sejak sekitar pukul 15.00 WIB, satu per satu siswa yang didampingi orang tua datang untuk mendapatkan penanganan setelah mengalami keluhan kesehatan.

Hingga pukul 17.23 WIB, siswa masih berdatangan ke IGD.

Baca juga: 100 Anak Diduga Keracunan MBG di Cirebon, Wali Kota Ungkap Kondisi Siswa di 4 RS

Baca juga: Mencekamnya RS Siloam Putra Bahagia Cirebon, Ambulans Bergantian Angkut Siswa Diduga Keracunan MBG

Sebuah ambulans juga terlihat meninggalkan area rumah sakit dengan pengawalan petugas kepolisian.

Informasi sementara yang diterima menyebutkan, dugaan kejadian serupa turut melibatkan siswa SDN Taman Kalijaga, SDN Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Bina Bangsa. 

Sejumlah anak yang mengikuti kegiatan posyandu di lingkungan penyedia MBG tersebut juga dilaporkan mengalami kejadian serupa.

Namun, daftar lengkap kelompok yang terdampak serta jumlah pasien dari setiap sekolah dan posyandu masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Orang Tua Minta Distribusi MBG Diperiksa

Salah satu orang tua siswa, Agus Bachtiar (56) menduga keluhan yang dialami anaknya bukan kejadian yang berdiri sendiri.

Ia meminta pihak terkait memeriksa makanan yang dibagikan kepada siswa, termasuk penyedia dan jalur distribusinya.

Menurut Agus, keluhan anaknya muncul beberapa jam setelah waktu makan di sekolah, ketika anak-anak mulai pulang dan beraktivitas di rumah.

“Kalau MBG-nya biasanya kan siang ya. Kejadiannya rata-rata semua habis pulang sekolah. Ya siang, sore kejadian,” ucap Agus.

Ia meminta pihak terkait menelusuri distribusi makanan dari penyedia MBG di kawasan Kalijaga, terutama setelah muncul informasi mengenai anak-anak lain yang mengalami keluhan serupa.

“Pokoknya Anda yang harus diperhatikan tuh SPPG yang di belakang pom bensin Kalijaga itu, distribusinya ke mana saja, itu yang harus diperiksa,” jelas dia.

Agus juga meminta pihak yang bertanggung jawab memberikan perhatian serius terhadap kejadian tersebut.

“Ya harus tanggung jawab-lah SPPG-nya. Kan bukan kejadian di sini aja, beberapa daerah,” katanya.

Pemkot Fokus pada Penanganan Pasien

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang mendatangi IGD RS Siloam Putra Bahagia, mengatakan Pemerintah Kota Cirebon bersama Forkopimda telah mengupayakan penanganan secepat mungkin agar anak-anak yang mengalami keluhan kesehatan mendapatkan perawatan.

Terkait kemungkinan sanksi terhadap SPPG maupun kompensasi bagi siswa yang terdampak, Effendi belum memberikan penjelasan terperinci.

Ia kembali mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Kepala KPPG.

“Nanti dijelaskan sama Kepala KPPG-nya langsung, ya,” kata Edo, saat ditanya mengenai sanksi.

Adapun mengenai kemungkinan kompensasi bagi para siswa, Edo menjawab.

“Ya nanti disampaikan oleh Kepala KPPG," ujar Edo.

Dugaan keracunan yang dikaitkan dengan menu MBG masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis, pengujian sampel makanan, serta penelusuran distribusi makanan oleh pihak berwenang. (*)

 

 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.