SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Presiden Sriwijaya FC Mohammad David bersyukur persiapan tim Elang Andalas terus berjalan menjelang bergulirnya kompetisi Liga Nusantara 2026/27.

Terbaru, Sriwijaya FC menerima kiriman 10 bola pertandingan Adidas Tiro dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rabu (21/10/2026). Sebelumnya, klub berjuluk Elang Andalas tersebut juga telah menerima 10 bola untuk keperluan latihan.

Dengan demikian, total bola yang telah diterima Sriwijaya FC dari PT LIB mencapai 20 buah.

"Hari ini kita baru saja mendapat kiriman bola untuk match. Seminggu sebelumnya sudah dikirim 10 bola untuk latihan. Dengan diterimanya fasilitas ini, Sriwijaya FC membuktikan sebagai peserta kompetisi Liga Nusantara. Kalau tidak ikut, kita tidak akan dikirim jatah bola," ungkap Mohammad David.

David menilai pengiriman bola tersebut menjadi salah satu sinyal positif bagi keikutsertaan Sriwijaya FC dalam kompetisi Liga Nusantara 2026/27.

Menurutnya, berbagai persiapan di Palembang pada dasarnya sudah berjalan. Mulai dari kesiapan pemain hingga lapangan yang akan digunakan sebagai kandang, yakni Stadion Bumi Sriwijaya, dengan dukungan kemudahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel.

Dalam tayangan langsung di akun TikTok miliknya, David mengatakan saat ini kepastian langkah Sriwijaya FC selanjutnya bergantung pada manajemen klub di Jakarta.

Ia berharap manajemen segera memberikan kejelasan, termasuk terkait penyelesaian masalah banned FIFA yang masih membayangi Sriwijaya FC.

David mengingatkan agar nasib klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut tidak terus menggantung. Terlebih, waktu pendaftaran pemain semakin mendekati tenggat yang ditentukan.

"Untunglah sudah kita daftarkan. Dengan didatangkannya bola itu membuktikan kita pasti akan ikut kompetisi," kata David yang juga menjabat Ketua Umum Askot PSSI Palembang.

David menambahkan, apabila manajemen Sriwijaya FC di Jakarta segera memberikan kepastian dan mempercayakan pengelolaan tim untuk musim ini, perencanaan persiapan berikutnya dapat segera berjalan.

Hal itu mencakup proses kontrak jajaran pelatih dan pemain, dimulainya kembali latihan bersama, hingga perekrutan pemain senior yang masuk dalam daftar incaran tim.

Ia menyayangkan jika Sriwijaya FC, yang pernah mengharumkan nama Sumatera Selatan melalui prestasi double winner dan berbagai pencapaian lainnya, justru terancam tidak mengikuti kompetisi musim ini akibat ketidakjelasan pengelolaan klub.

• Ultras Palembang Desak Owner Sriwijaya FC Beri Kepastian, Banned FIFA Jadi Penghalang Liga Nusantara

David mengingatkan, ketidakhadiran Sriwijaya FC dalam kompetisi dapat berujung pada sanksi dan degradasi ke Liga 4.

"Dulu dengan hadirnya SFC di Sumsel membuat semangat anak-anak SSB," kata David.

Menurutnya, Sriwijaya FC bukan sekadar klub sepak bola, melainkan juga memiliki peran penting dalam membangkitkan semangat generasi muda Sumatera Selatan untuk menekuni olahraga sepak bola.

Karena itu, ia berharap manajemen segera mengambil keputusan agar persiapan tim bisa dilanjutkan secara maksimal dan Sriwijaya FC dapat berkompetisi di Liga Nusantara 2026/27.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.