Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Puluhan orang warga Kota Madiun, Jawa Timur, rela menempuh perjalanan ratusan kilometer.

Perjalanan jauh rela ditempuh demi memberikan dukungan moril secara langsung kepada Wali Kota non aktif Madiun, Maidi, Kamis (22/10/2026) siang.

Baca juga: Maidi Jalani Sidang Vonis, Plt Walkot Bagus Panuntun Gowes Tinjau Keluhan Warga Madiun

Diketahui, Maidi dijadwalkan menjalani sidang pembacaan putusan (vonis) atas dugaan kasus pemerasan dan gratifikasi berkedok dana CSR di Ruang Sidang Cakra, Kantor PN Tipikor Surabaya.

Salah satunya adalah Warsih Sudiro (60) warga Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Nenek empat cucu tersebut bersama puluhan warga Kota Madiun lain berangkat sejak pukul 06.00 WIB, menuju Kabupaten Sidoarjo.

Setibanya di Kantor PN Tipikor Surabaya, ia dan warga lainnya menanti kedatangan mobil tahanan yang membawa sang wali kota.

Ternyata, mobil tahanan tersebut tiba sekitar pukul 09.20 WIB.

Lalu, saat sang wali kota berjalan keluar dari kabin tahanan sisi belakang, puluhan warga langsung mengerumuni Maidi.

Mereka memeluk dan menjabat tangan sang wali kota sembari menitipkan pesan penyemangat.

Kehadiran Warsih bukanlah yang pertama kali, ia mencatat, ini adalah kali kedua dirinya hadir di pengadilan, terutama saat sidang agenda pembacaan tuntutan, beberapa pekan lalu.

"Kami datang 14 orang untuk memberikan support moril kepada Pak Maidi di sidang keputusan ini. Kami ingin beliau tahu bahwa warganya di Madiun masih mendukung dan memberi semangat," ujar Warsih saat ditemui TribunJatim.com di area tunggu lorong ruang sidang Kantor PN Tipikor Surabaya, pukul 10.00 WIB.

Menurut Warsih, Maidi memberikan banyak perubahan infrastruktur dan terobosan kebijakan publik yang benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.

Di sektor sosial, khususnya kalangan kurang mampu dan lansia.

Ia menceritakan, Maidi menggagas sebuah pondok penampungan para lansia yang terlantar.

Pelayanan tersebut terselenggara tanpa syarat dan gratis.

Sehingga, para lansia di Kota Madiun, yang kehidupannya kurang beruntung, karena tak lagi miliki keluarga, sakit-sakitan dan tanpa tempat tinggal, dapat ditampung untuk dirawat secara layak tanpa biaya.

"Orang-orang tua yang sakit dan ngebrok (terbaring sakit), baik yang tidak punya keluarga maupun yang kerabatnya tidak sanggup merawat, dibuatkan rumah lansia."

"Di sana ada petugas yang memandikan dan menyiapkan makanan. Mereka diperlakukan dengan sangat dihormati dan tidak ditarik biaya sama sekali," tambahnya.

Kemudian, di sektor pendidikan, Maidi disebut-sebut menggelontorkan banyak dana memberikan beasiswa kepada para pelajar untuk bisa tetap memperoleh fasilitas pendidikan, perangkat penunjang, dan keberlanjutan menempuh pendidikan tinggi.

"Saya melihat kenyataannya Pak Maidi itu baik selama menjabat. Anak SD dan SMP diberi seragam gratis, dapat laptop gratis. Anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu juga diberi beasiswa sampai ke perguruan tinggi," kenangnya.

Tak cuma berhenti pada kedua sektor tersebut, di sektor kesehatan publik, Warsih menyebutkan, Pemkot juga mengcover layanan BPJS Kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga merata di tingkat fasilitas kelas 3.

"Terus BPJS kesehatan juga ada. Semua kaya miskin dapat BPJS dari pemerintah walau kelas 3 gitu," ungkapnya.

Selain program bantuan sosial, transformasi fisik Kota Madiun di bawah kepemimpinan Maidi juga berkesan bagi warga.

Pembangunan infrastruktur perkotaan dan objek wisata tematik dinilai berhasil menghidupkan perekonomian lokal.

Salah satu yang paling membanggakan warga adalah penataan kawasan bantaran sungai dan hadirnya objek wisata replika landmark dunia.

"Dulu bantaran kali cuma ditanami rumput dan tanaman liar, sekarang jadi tempat yang luar biasa untuk car free day dan jogging. UMKM di sana tumbuh subur."

"Belum lagi kawasan wisata replika tujuh negara seperti Patung Singa, Kereta Jepang, Ka'bah, Menara Eiffel, hingga jam besar."

"Sekarang dari dalam dan luar kota ramai berdatangan, apalagi kalau akhir pekan," katanya.

Harapan warga pendukung Maidi

Meski perkara hukum atas kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi CSR kini telah memasuki babak akhir di persidangan, Warsih beserta warga Madiun yang hadir berharap majelis hakim memberikan putusan yang seringan-ringannya kepada Maidi.

Agar, kepemimpinan dan nilai-nilai pembangunan yang telah berjalan semasa era kepemimpinan Wali Kota Maidi dapat terus berlanjut bagi kemajuan Kota Madiun.

"Harapan saya, karena Pak Maidi orang baik, semoga mendapatkan hasil yang terbaik. Semoga mendapat putusan yang seringan-ringannya dan seminimal mungkin. Beliau segera pulang karena sudah ditunggu masyarakat Madiun untuk meneruskan pembangunan," pungkasnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.