TRIBUNJOGJA.COM – Menguap sering kali dianggap sebagai tanda seseorang sedang mengantuk atau kelelahan.
Namun, dalam beberapa kondisi seseorang bisa menguap berulang kali meskipun merasa segar dan tidak ingin tidur.
Kondisi ini biasanya dapat terjadi ketika sedang bekerja, belajar, membaca, atau melakukan aktivitas sehari-hari.
Tetapi, kenapa seseorang bisa sering menguap padahal tidak mengantuk? dan apakah hal tersebut normal atau justru menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu?
Dirangkum dari Harvard Health Publishing ‘You don't say? The yarn on yawning’, menguap merupakan respons alami dari tubuh yang hingga kini belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuan.
Meskipun sering kali dikaitkan dengan rasa kantuk, menguap tidak selalu berarti seseorang membutuhkan tidur.
Karena, menguap merupakan gerakan refleks yang melibatkan pembukaan mulut lebar-lebar dan tarikan napas yang dalam.
Respons ini juga dapat muncul ketika seseorang merasa lelah, bosan, atau sedang mengalami peralihan antara kondisi istirahat dan terjaga.
Menurut Harvard Health Publishing ‘You don't say? The yarn on yawning’ juga menjelaskan bahwa para ilmuan memiliki sejumlah teori mengenai fungsi menguap.
Salah satunya yaitu kemungkinan bahwa menguap membantu meregangkan otot dan meningkatkan kesiagaan tubuh.
Tetapi, fungsi pasti dari menguap masih belum diketahui secara menyeluruh.
Oleh karena itu, menguap tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator bahwa seseorang sedang mengantuk atau kekurangan oksigen.
Ada beberapa faktor yang dapat memicu seseorang menguap meskipun tidak merasa mengantuk.
1. Rasa bosan atau kurangnya stimulasi
Menguap dapat muncul ketika seseorang melakukan aktivitas monoton, seperti duduk terlalu lama, membaca, atau mengikuti kegiatan yang kurang menarik perhatian.
Baca juga: Lebih Baik Minum Air Galon atau Air Rebusan? Ini Penjelasan Ahli
2. Respons terhadap orang lain
Menurut Cleveland Clinic ‘Why Do You Yawn — and Is It Contagious?’ menjelaskan bahwa menguap dapat menular.
Seseorang bisa ikut menguap setelah melihat, mendengar, atau bahkan memikirkan orang lain yang sedang menguap.
3. Stres atau tekanan emosional
Menguap juga dapat muncul dalam situasi yang berkaitan dengan tekanan atau perubahan kondisi tubuh.
Meskipun, hubungan antara stres dan menguap tidak selalu sama pada setiap orang.
4. Gangguan tidur atau efek obat-obatan
Menurut MedlinePlus yang menjelaskan bahwa menguap secara berlebihan dapat berkaitan dengan gangguan yang menyebabkan kantuk berlebihan, kurang tidur, serta efek samping dari obat tertentu.
Dalam kondisi tersebut, seseorang mungkin tidak menyadari bahwa kualitas tidurnya terganggu meskipun merasa tidak mengantuk.
Menguap sesekali umumnya merupakan respons tubuh yang normal, tetapi jika frekuensinya meningkat secara tidak biasa tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Dirangkum dari MedlinePlus, menguap secara berlebihan terkadang berkaitan dengan gangguan tidur, efek obat-obatan, atau kondisi medis tertentu.
Baca juga: Suka Makan Manis saat Sedih atau Stres? Kenali Hubungannya dengan Emosi
Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi neurologis juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.
Walaupun, sering menguap tidak dapat langsung disimpulkan bahwa seseorang mengalami penyakit tertentu.
Perlu diperhatikan pula kapan kondisi tersebut mulai terjadi, seberapa sering menguap muncul, serta apakah terdapat keluhan lain.
Jika menguap terjadi secara terus-menerus tanpa alasan yang jelas, hal tersebut dapat mengganggu aktivitas, atau disertai rasa kantuk berlebihan pada siang hari.
Sebaiknya untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
Dan apabila menguap berlebihan muncul secara mendadak bersama dengan gejala seperti kelemahan satu sisi tubuh, gangguan bicara, atau nyeri dada, segera untuk mencari pertolongan medis darurat.
Cara mengurangi frekuensi menguap bergantung pada penyebabnya, dan jika berlebihan dapat berkatan dengan kurang tidur, memperbaiki jadwal dan kualitas tidur dapat membantu.
Baca juga: Terbiasa Memendam Perasaan? Ini Dampaknya dan Cara Mengungkapkannya
Tetapi, apabila menguap muncul saat melakukan aktivitas yang monoton, dapat mengambil jeda sejenak dan bergerap ringan untuk membantu menjaga perhatian.
Selain itu juga untuk memperhatikan kebiasaan tersebut muncul setelah mengonsumsi obat tertentu.
Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.
Namun, jika frekuensi menguap terus meningkat meskipun pola tidur dan aktivitas sudah diperbaiki, pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya.
Jadi, sering menguap padahal tidak mengantuk tidak selalu menandakan gangguan kesehatan, kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kebosanan, respons terhadap orang lain, maupun faktor lain yang berkaitan dengan pola tidur.
(MG Annissa Fitriyani)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.