TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyalurkan 285.000 liter air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, bantuan ini ditujukan untuk 16 desa di tujuh kecamatan dengan perkiraan penerima manfaat mencapai 7.000 kepala keluarga (KK).
Bantuan disalurkan melalui 57 pengiriman truk tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
Penyaluran ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah terbatasnya ketersediaan air akibat kekeringan.
Pjs. Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Putri Azalia Mutiara Farida, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan.
“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban warga terdampak dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Putri.
Baca juga: Kemunculan Api di Pekarangan Warga Bantul, BPBD Pastikan Bukan Gas Berbahaya
Ia menambahkan, kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Klaten menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Klaten, Anjung D. Nuruzzaman, mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga dalam membantu masyarakat menghadapi kekeringan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga atas bantuan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Klaten. Bantuan ini akan kami distribusikan ke 16 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Pendistribusian akan dijadwalkan agar bantuan dapat tersalurkan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Anjung.
Bagi masyarakat, bantuan ini menjadi dukungan berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi biaya pembelian air bersih. Salah satu warga penerima manfaat, Asih Margani, mengungkapkan bahwa kekeringan di wilayahnya telah berlangsung cukup lama sehingga warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina atas bantuan air bersih ini. Sebelumnya, kami harus mengeluarkan biaya sekitar Rp200.000 hingga Rp250.000 untuk membeli satu tangki air, yang bahkan tidak mencukupi kebutuhan selama satu bulan. Air ini akan kami gunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, seperti memasak, mencuci, hingga menyediakan air minum bagi hewan ternak,” ungkap Asih.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penyaluran bantuan air bersih ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta Tujuan 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi dampak kekeringan. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.