TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Indonesia pada Jumat (23/10/2026).

BMKG memprakirakan, status Waspada dan Siaga berlaku untuk sejumlah wilayah.

Sedangkan status Awas (hujan sangat lebat–ekstrem) dilaporkan nihil di seluruh wilayah Indonesia.

Selain peringatan dini hujan, BMKG juga merilis peringatan dini angin kencang.

Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada, mengurangi kegiatan di luar rumah jika terjadi cuaca buruk, serta mempersiapkan diri dari potensi dampak cuaca ekstrem.

Peringatan Dini Hujan Jumat, 23 Oktober 2026

Baca juga: Kemenkes Minta Warga Waspadai Dampak El Nino, Ini Langkah yang Perlu Dilakukan

1. Waspada

  • Kep. Riau 
  • Bengkulu 
  • Banten 
  • Jawa Barat 
  • Kalimantan Barat 
  • Kalimantan Utara 
  • Sulawesi Barat 

2. Siaga

  • Aceh 
  • Sumatera Utara 
  • Sumatera Barat 
  • Riau 

3. Peringatan Dini Angin Kencang

  • Banten 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Wilayah Priangan Jawa Barat, Jumat 23 Oktober 2026: Dominan Berawan

Berikut adalah daftar Kabupaten/Kota dengan peringatan dini Hujan Lebat – Sangat Lebat pada tanggal 23 Oktober 2026:

  • Aceh: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Nagan Raya  
  • Sumatera Utara: Dairi, Deli Serdang, Binjai, Gunung Sitoli, Langkat, Mandailing Natal, Nias Utara, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah

Musim Hujan Mundur

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan tahun ini akan mengalami penundaan akibat tingginya intensitas fenomena El Nino.

Meski demikian, durasi hujan yang diproyeksikan lebih singkat berpotensi memicu bencana banjir dan tanah longsor.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan fase El Nino yang sangat kuat menjadi penyebab utama terhambatnya pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

"Terkait datangnya musim hujan, karena ini juga salah satu upaya harapan kita gitu agar musim hujan segera datang, tapi karena El Nino sekarang posisinya sangat kuat, fasenya, sehingga musim hujan di Indonesia itu akan sedikit mundur," ujar Teuku saat memberikan keterangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Teuku menjelaskan wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2026.

Sementara itu, wilayah Indonesia lainnya baru akan mengalami musim hujan secara bertahap pada November hingga Desember 2026.

"Dan puncaknya nanti musim hujan di Desember, Januari, Februari," tuturnya.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperketat kewaspadaan.

Kendati sifat curah hujan diperkirakan berada pada kategori normal, durasi yang lebih singkat berisiko mendatangkan hujan lebat berintensitas tinggi dalam waktu mendadak.

"Cuma ada satu hal yang kita khawatirkan saat ini, karena sifat hujannya untuk musim hujan 2026-2027 ini adalah normal, tapi durasinya lebih pendek. Sehingga, kita khawatirkan terkait dengan peningkatan dari bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor nantinya," katanya.

(Tribunnews.com/Mohay) (Kompas.com/Adhyasta)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.